alexametrics

Mesin Parkir Akan Diganti e-Parkir, DKI: Kita Siapkan Dashboard Pemantau Jukir

loading...
Mesin Parkir Akan Diganti e-Parkir, DKI: Kita Siapkan Dashboard Pemantau Jukir
Juru parkir tengah berdiri di samping mesin parkir sambil menunggu kendaraan yang masuk. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Sedikitnya ada sekitar 400 titik parkir on street di lima wilayah DKI Jakarta dan 40 di antaranya sudah menggunakan parkir mesin. Hal itu disampaikan oleh Hubungan Masyarakat (Humas) Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ivan Valentino.

Saat ini, kata Ivan, pihaknya sedang menguji coba aplikasi parkir di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Dimana, pemilik kendaraan yang terparkir akan dihampiri juru parkir dan memfoto nomor kepolisianya.

Kemudian, kata dia, mobile printer yang disediakan di lokasi akan mengeluarkan struke pembayaran. Pada uji coba ini, tarif yang berlaku adalah flat Rp5.000. Kedepan bisa progresif seperti penerapan tarif di Tempat Parkir Elektronik (TPE) yang ada.



Berdasarkan hasil uji coba sementara, kebocoran parkir bisa ditekan hingga 10 persen. Bahkan, pengawasan juru parkir nakal menjadi lebih mudah. Dimana, dalam aplikasi terlihat ada atau tidaknya juru parkir yang bekerja dan nakal mengantongi retribusinya.

"Kita siapkan dashboard yang memantau juru parkir. Penyedia alat dari pihak ketiga," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/2/2020). (Baca juga: Parkir Mesin Tak Efektif, DKI Akan Ganti dengan e-Parkir)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal mengganti parkir mesin yang tidak berfungsi di TPE dengan e-Parkir. Penggantian itu lantaran mesin parkir tidak efektif.
"Kedepan TPE akan digantikan dengan aplikasi e-Parkir," kata Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta Aji Kusambarto kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/2/2020).
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak