alexametrics

Sadis, Begal Bacok Tiga Perempuan di Bekasi

loading...
Sadis, Begal Bacok Tiga Perempuan di Bekasi
Dua perempuan korban begal di Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami luka di wajah, Jumat (17/1/2020). Foto: Dok Polres Metro Bekasi
A+ A-
BEKASI - Tiga ibu rumah tangga menjadi korban keberingasan begal sadis bersenjatakan celurit dan parang di Kampung Muara RT20/7, Jalan Raya Muarabakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/1/2020). Beruntungnya, Muzahidah (29), Marni Rianita (25), dan Santi Sugiharti (30) selamat dalam kejadian itu lantaran diselamatkan warga.

Tiga korban menderita luka parah akibat sabetan senjata tajam. “Satu korban luka parah, satu kena sabet mukanya, satunya lagi pelipis muka. Awalnya dikira jatuh ternyata korban begal,” kata Nurhasanah, saksi mata, Jumat (17/1/2020).

Saat peristiwa, dia berada di warung dan mendengar keributan di jalan. Ketiga korban berteriak minta tolong karena dalam keadaan terluka. Tak lama kemudian, warga berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. Sedangkan, pelaku melarikan diri. “Jumlah pelaku ada empat orang berboncengan dua sepeda motor,” ujarnya.



Korban bernama Muzahidah menceritakan awal kejadian ketika dirinya hendak membeli obat ke pasar menggunakan motor berboncengan bertiga. Tiba-tiba tas miliknya ditarik pelaku. “Saya sama teman teriak, tapi pelaku malah keluarin senjata tajam,” tuturnya.

Pelaku semakin beringas ketika korban berusaha melawan dan berteriak minta tolong. Bahkan, pelaku lebih beringas dengan menyabetkan senjata tajam secara membabi buta ke arah tiga korban. “Dari situ saya sudah setengah sadar lalu langsung dibantu warga dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Kini kondisi dia dan Marni membaik setelah mendapatkan sejumlah jahitan pada bagian wajah. Sementara, korban Santi masih dirawat di Rumah Sakit Hermina Bekasi karena mengalami luka cukup parah.
(jon)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak