alexametrics

Ingin Periksa Korban Gedung Roboh, Polisi Sayangkan Sikap RS Tarakan

loading...
Ingin Periksa Korban Gedung Roboh, Polisi Sayangkan Sikap RS Tarakan
Warga menyaksikan proses penarian dan evakuasi korban gedung roboh di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2020). Foto/Eko Purwanto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Polisi menyayangkan sikap Rumah Sakit (RS) Tarakan, Jakarta Pusat, yang melarang untuk melakukan pencarian informasi terhadap korban gedung roboh. Sebelumnya, gedung roboh terjadi di Jalan Brigjend Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, Senin 6 Januari 2020.

"Jadi saat kami menyelidiki. Kami sempat dihalangi petugas rumah sakit," kata Kanit Krimsus Satreskrim Polres Jakarta Barat, AKP Rensa Aktadivia di Jakarta, Kamis (14/1/2020). (Baca juga: Evakuasi Puing Gedung Roboh di Slipi Mulai Hari Ini)

Rensa menuturkan, kala itu dirinya dan sejumlah anggota hendak meminta keterangan dari salah seorang korban gedung roboh yang dirawat di RS Tarakan. Dia kemudian mencoba berkomunikasi dengan keluarga korban yang kemudian memintanya datang langsung ke rumah sakit.



Sayangnya, saat datang ke Rumah Sakit, pihaknya dilarang petugas yang kemudian meminta untuk tidak memeriksa di rumah sakit. "Akhirnya kami periksa korban setelah keluar dari rumah sakit," ucapnya.

Sebelumnya, gedung roboh di Jalan Brigjend Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, Senin 6 Januari 2020. Dalam kejadian ini, 11 orang dievakuasi dan 3 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit, salah satunya ke RS tarakan. (Baca juga: Pemilik Gedung Roboh Belum Temui Korban di RS Tarakan)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak