alexametrics

Turunkan Status, Bekasi Tetap Waspada Bencana Banjir hingga Maret

loading...
Turunkan Status, Bekasi Tetap Waspada Bencana Banjir hingga Maret
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Meski status darurat bencana sudah diturunkan menjadi status transisi bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih mewaspadai datangnya banjir susulan ke wilayah Timur DKI Jakarta tersebut. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi curah hujan tinggi hingga Februari 2020.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Menurutnya, waspada banjir susulan itu dengan mempersiapkan datangnya banjir susulan. Salah satunya dengan menempatkan tujuh unit pompa mobile di sejumlah titik rawan banjir.

"Pompa itu kami tempatkan di lokasi banjir parah seperti di Kecamatan Jatiasih," katanya di Bekasi, Rabu (15/1/2020).



Selain itu, kata dia, sebanyak 16 pompa lainya masih terus dikerjakan proses perbaikan agar kembali berfungsi seperti semula yang diharapkan dapat menyedot air limpasan dari kali atau sungai yang meluap ketika curah hujan tinggi. Tak hanya itu, tujuh tenda pengungsian disiagakan dengan perlengkapan sejumlah logistik mulai makanan, pakaian hingga obat-obatan.

Rahmat menjelaskan, sejumlah tenda itu dipersiapkan beradai di tujuh titik banjir untuk mengantisipasi datangnya banjir atau tidak hingga Maret mendatang. Kemudian perahu karet juga dipersipakan di titik lokasi banjir guna mempermudah proses evakuasi jika benar terjadi banjir susulan. "Saat ini perahu karet jumlah mencapai 40 unit," ujarnya.

Sementara Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC) juga sudah melakukan perbaikan 14 dari 89 titik tanggul Kali Bekasi yang rusak. Tanggul Kali Bekasi rusak akibat diterjang banjir pada awal tahun baru 2020 lalu. "14 titik itu yang paling terparah ditangani sementara pakai bronjong. Sisanya itu hanya retak dan bocor," ungkapnya.

Rahmat menambahkan, pemerintah juga sudah koordinasi dengan Pemerintah Sukabumi, Pemkab Bogor, Pemprov Jabar dan DKI Jakarta untuk minta bantuan Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) wilayahnya jika terjadi banjir susulan. "Permintaan bantuan itu meliputi perahu dan alat jika terjadi banjir susulan, dan mereka sudah sangat siap membantu Bekasi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi menurunkan status Tanggap Darurat Bencana menjadi Transisi Darurat Bencana mulai Rabu (15/1). Penurunan status ini dilakukan setelah evaluasi penanganan pasca bencana banjir yang menerjang hampir seluruh wilayah Kota Bekasi sejak awal tahun 2020 lalu.

Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi, Sajekti Rubiah mengatakan, penurunan status ini setelah evaluasi pemerintah daerah dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC).

"Jadi statusnya turun satu tingkat menjadi transisi darurat bencana, yang mana status ini untuk recovery akibat bencana banjir," katanya.

Menurut dia, status transisi darurat bencana ini akan berlangsung hingga tiga bulan kedepan. Hal itu dilakukan untuk memberi waktu pemerintah membenahi dan menyelesaikan lokasi yang tertimpa bencana.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak