alexametrics

HUT ke-11, Pemkot Tangsel Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jadi 7,2%

loading...
HUT ke-11, Pemkot Tangsel Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jadi 7,2%
Balai Kota Tangerang Selatan. Foto/Istimewa
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Tidak terasa, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), telah menginjak usia 11 tahun, sejak dimekarkan dari pemerintah induk Kabupaten Tangerang, pada 2008 lalu. Selama 11 tahun, berbagai kemajuan telah dicapai oleh pemerintah.

Refleksi 11 tahun Kota Tangsel pun dirasa perlu untuk mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah dilakukan pemerintah bagi masyarakat. Tentu, di dalam capaian itu termasuk juga tantangan yang masih dihadapi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan ke depan. Lantas apa saja capaian-capaian itu?

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, ada banyak hal yang telah dicapai selama 11 tahun ini. Dalam segi pembangunan, laju pertumbuhan ekonomi Tangsel naik dari sekitar 7,0% menjadi 7,2%.



"Lalu untuk usia harapan hidup meningkat, indeks pembangunan manusia kita juga naik. Kemudian juga angka pengangguran dan kemiskinan kita turun jadi nol sekian persen," kata Benyamin kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangsel juga, jelas Benyamin, tahun ini mengalami kenaikan yang cukup besar mencapai Rp200 miliar. Hal ini dipicu makin tingginya kesadaran masyarakat Tangsel bayar pajak.

"Peningkatan terjadi di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hampir 90% lebih. Artinya, ada kesadaran masyarakat untuk membayar PBB. Itu bagus untuk PAD kita," ungkapnya.

Tingkat partisipasi masyarakat dalam sektor pembangunan pun sudah mulai tinggi. Kecenderungan itu, ditandai dengan adanya perda yang diinisiasi oleh anggota DPRD Tangsel tentang Kebudayaan dan Integritas.

"Penggunaan circle Tangsel juga sudah mulai kelihatan. Jalan dari Cinere ke Serpong, lalu Balaraja dan BSD sudah tersambung semua. Jalan provinsi juga sudah kita usulkan untuk diperbaiki lagi kualitasnya," jelas Benyamin.

Namun diakui Benyamin, di samping capain yang telah diraih, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Diantaranya adalah mengubah prilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan lagi.

"Masalah sampah ini dasyat, karena kita cepat dalam menyusun konsep pembangkit listrik tenaga sampah. Kita lebih cepat dari daerah lainnya. Tahun 2022 kita harap sudah beroperasi, 2021 groundbreaking," jelasnya.

Kemudian penanganan air bersih warga dan pengelolaan pasar-pasar yang ada di Kota Tangerang. Dari total sekira tujuh pasar yang ada di Tangsel, tiga diantaranya diserahkan PT PITS. "Kemudian soal urbanisasi, bagaimanapun itu hak asasi orang, mau tinggal di Tangsel atau tidak," sambungnya.

Terpisah, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan capain-capain yang telah diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.

"Ya, tentunya hari ulang tahun adalah sebuah refleksi. Apa yang sudah, dan sedang kita lakukan. Harapannya, tentu ke depan akan lebih baik lagi, dibandingkan yang sekarang, dan yang sudah baik ditingkatkan," jelasnya.

Dilanjutkan Airin, diusia yang ke-11 tahun ini, Kota Tangsel sudah banyak mengalami perubahan. Namun, ada hal-hal yang menjadi fokusnya dalam pembangunan Tangsel ini.

Pertama, membangun apa yang saat ini belum dibangun. Lalu, mengembangkan dan meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Ketiga, meningkatkan kualitas SDM Tangsel.

"Tentu banyak suka, banyak duka. Yang pasti, ini sebuah proses dari hidup, kehidupan saya dan Allah memberikan amanah-Nya melalui saya di dalam dua kali Pilkada," pungkasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak