alexametrics

Tewas saat Main Skuter, Keluarga Korban Minta Penabrak Dihukum Berat

loading...
Tewas saat Main Skuter, Keluarga Korban Minta Penabrak Dihukum Berat
Keluarga Wisnu, korban tewas tertabrak mobil saat mengendarai sekuter listrik di kawasan Sudirman pada Minggu 10 November 2019 menginginkan pelaku dijerat dengan hukuman berat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Keluarga Wisnu, korban tewas tertabrak mobil saat mengendarai sekuter listrik di kawasan Sudirman pada Minggu 10 November 2019 menginginkan pelaku dijerat dengan hukuman berat karena telah menyebakan nyawa Wisnu melayang.

Peristiwa tabrak lari tersebut memakan dua korban jiwa di antaranya Wisnu dan Ammar. Menerima kabar tersebut, ibu Wisnu,47, tidak terima jika ada tawaran untuk diselesaikan secara kekeluargaan. "Oh enggak, enggak mau. Gimana pun juga harus diproses (hukum)," kata Muhimah di rumahnya, Jalan Asrama Polri, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Muhimah menjelaskan, pelaku hingga saat ini terus menjalin komunikasi dan menawarkan damai dengan cara membayar semua biaya perawatan Wisnu sebelum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mintohardjo.



"Pas mau dipindah ke ICU, disuruh bayar deposit dulu, pas mau bayar, ternyata udah dibayar Rp10 juta. Ternyata sama ibu pelaku," ungkap Muhimah. (Baca juga: Ditabrak Mobil, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas di Senayan)

Muhimah menggaris bawahi, dirinya maupun pihak keluarga korban tidak pernah meminta sepeser pun biaya ganti rugi atas perawatan di rumah sakit. "Kita gak pernah minta ya, dia tiba-tiba ngasih sendiri ya silakan," tuturnya.

Ayah Wisnu, Eddy Gunawan membenarkan ada upaya dari ibu pelaku untuk menawarkan jalur damai. Dia menceritakan sejak Wisnu dirawat di RS Mintohardjo, Jakarta Pusat, ibu pelaku beberapa kali datang menjenguk dan menyampaikan permintaan maaf.

"Dia datang, nanya kondisi anak saya, minta maaf, ya sudah saya terima, saya jelaskan. Tapi lebih jauh saya belum mau. Tunggu anak saya sadar," ujarnya.

Sampai Wisnu dimakamkan, keluarga pelaku juga datang ke acara pemakaman. Meski tidak ada tawaran langsung untuk berdamai, namun dia menilai keluarga pelaku ingin menawarkan kasus ini tak diselesaikan di jalur hukum. "Ya kita kan bisa lihat dari gelagatnya saja ya, tujuannya apa dia datang berkali-kali ke saya," katanya.

Sebelumnya, peristiwa tabrak lari tersebut viral di Instagram berkat unggahan akun koalisipejalankaki. Akun itu membagikan potongan gambar berisi cuitan dari akun Twitter @renimerdk soal adanya kejadian tersebut. (Baca juga: Tewas di Atas Skuter Listrik, Keluarga: Tak Ada Tanda Mobil Ngerem)

Koalisipejalankaki lantas mempertanyakan kejadian tersebut. Dia ingin mengonfirmasi kecelakaan itu. "Ada yang bisa konfirmasi kebenaran berita ini?Ada kronologi lengkapnya bagaimana? Hari apa? jam berapa? Di mana lokasi pastinya? Siapa saja korbannya?" tulis akun koalisipejalankaki, Rabu (13/11/2019).

Tak lama, akun itu mengunggah sebuah video tentang suasana seusai kejadian tersebut. Namun video tersebut tampak gelap dan tidak jelas gambarnya meski suara pengambil gambar menyatakan ada kejadian kecelakaan grabwheels.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak