alexametrics

Soal Wagub DKI, Pengamat Baca Gelagat Gerindra Calonkan Nama Baru

loading...
Soal Wagub DKI, Pengamat Baca Gelagat Gerindra Calonkan Nama Baru
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin memprediksi, dalam proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, terbuka lebar bagi Gerindra untuk mencalonkan kandidat baru. Lambannya proses politik diantara partai pengusung, yakni PKS dan Gerindra, membuktikan bahwa ada komunikasi politik yang salah diantara keduanya.

"Kemungkinan itu (calon baru) bisa. Alasannya, pertama, secara politik sudah tidak ketemu. Kepentingannya juga sudah berbeda antara Gerindra dan PKS. Kedua, Gerindra juga menginginkan kursi itu. Jadi akan dikocok ulang, terkait dua nama yang sudah diajukan PKS," kata Ujang saat dihubungi, Selasa (5/11/2019). (Baca juga: Pemilihan Wagub DKI Tak Jalan, Gerindra: PKS Jangan Duduk Manis Dong!)

Selanjutnya Ujang menuturkan, jika Gerindra akan melakukan manuver itu, maka harus ada persetujuan bersama antarkedua belah pihak. "Jadi kemungkinan bisa saja diambil oleh Gerindra, tapi ingat harus mendapat persetujuan dari PKS juga, tentu PKS harus mendapat konpensasi," tuturnya. (Baca juga: Soal Wagub DKI, Pengamat Lihat Hubungan PKS-Gerindra Renggang)

Terkait sikap PKS yang enggan untuk menjalin komunikasi politik lewat lobi-lobi, Ujang mengatakan PKS berpendapat bahwa kusri wagub itu sudah mutlak menjadi miliknya. Jadi lobi dan upeti dianggap tidak lagi dibutuhkan dalam proses pemilihan Wagub DKI. (Baca juga: Wagub DKI Belum Terpilih, Ada Tarik Menarik Kepentingan Politik di DPRD)

"PKS itu merasa posisi wagub itu haknya, jadi tidak perlu menggelontorkan hal-hal ya begitu lah kira-kira. Karena baginya hak, tapi di saat yang sama, kita kan bicara politik, di politik itukan siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana. Nah, inikan enggak dapat partai yang lain, kira-kira begitu," pungkasnya.

(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak