alexametrics

Penumpang Membludak, Transjakarta Operasikan Kembali Bus Zhongtong

loading...
Penumpang Membludak, Transjakarta Operasikan Kembali Bus Zhongtong
PT Transjakarta kembali mengoperasikan bus pabrikan China, Zhongtong.Foto/Iustrasi.dok
A+ A-
JAKARTA - PT Transjakarta mengoperasikan kembali bus asal pabrikan China, Zhongtong sejak Jumat 11 Oktober 2019 lalu. Kembalinya bus pabrikan China mengaspal sebagai solusi membludaknya pengguna jasa Transjakarta sejak diberkukannya sistem ganjil genap di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pengguna bus Transjakarta menunjukkan trend positif dengan adanya lonjakan penumpang, dengan dioperasikannya Zhontong diharap mampu membantu aktivitas warga DKI Jakarta."Tahun 2017 jumlah penumpang transportasi darat kita sebanyak 300.000 penumpang per hari sejak 13 tahun berjalan," kata Anies di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu dalam penggunaan transportasi masal selama dua tahun semakin bertambah besar dengan jumlah yang sangat pesat yakni, 640.000, angka ini naik dua kali lipat sejak 2019."Artinya itu sebuah lompatan yang cukup signifikan," tarang Anies.



Untuk diketahui, operasional bus Zhongtong sempat diberhentikan di era kepemimpian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena banyak mengalami sejumlah permasalahan. Bus tersebut kerap terbakar sehingga dipersoalkan dari segi keamanan.

Transjakarta Zhongtong kembali beroperasi sebagai bentuk kelanjutan kontrak pada 2013 lalu. Penyedia bus itu adalah Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Kemudian pada 2018, Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) mengeluarkan putusan agar Transjakarta mengoperasikan 59 unit bus gandeng merek Zhongtong tersebut.

Disamping itu juga bus Zhongtong punya rekam jejak buruk. Bus ini beberapa kali terbakar, seperti yang terjadi Maret 2015 lalu saat melintas di depan Gedung PMI, di Jalan Gatot Soebroto.

Komponen kelistrikan yang buruk diduga jadi penyebab bus Zhongtong kerap terbakar. Atas dasar itu PT Transportasi Jakarta lantas meninggalkan bus-bus yang dianggap tidak aman dan beralih ke merek bus lain yang lebih aman dan nyaman untuk masyarakat.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak