alexametrics

Diguncang Gempa, Pasien Rawat Inap RSUD Depok Dievakuasi

loading...
Diguncang Gempa, Pasien Rawat Inap RSUD Depok Dievakuasi
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
DEPOK - Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok langsung dievakuasi keluar gedung saat gempa bumi terjadi. Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang terjadi di Sumur Provinsi Banten. Evakuasi dilakukan untuk keselamatan pasien.

"Betul, itu bagian proses evakuasi kami," kata Manager On Duty RSUD Kota Depok, Hadi di Depok, Jawa Barat, Jumat (2/8/219) malam. (Baca juga: Diguncang Gempa 7,4 SR, Warga: Lagi Masak Air Panci Goyang-goyang)

Pasien yang dievakusai merupakan pasien rawat inap yang berada di lantai 6 dan 7. Sementara ini, kata Hadi, pihaknya masih mendata pasien yang masih di luar. "Untuk jumlahnya masih kami data," ujarnya.



Sementara itu pusat perbelanjaan kembali dipadati pengunjung pasca gempa, salah satunya Margo City. "Kondusif saat ini. Mereka sebagian kembali masuk ke dalam mall," kata Marcom Manager Margo City, Rani Fitriawati.

Saat gempa, kata dia memang terjadi kepanikan dan semua orang keluar ruangan. Pihaknya meminta pengunjung keluar gedung.

"Semua orang kita evakuasi selama 10 menit gedung kosong. Saat itu memang terjadi kepanikan, namun setelah itu sudah normal dan kondusif," ucapnya.

Saat ini kondisi sudah seperti semula. Walaupun kata dia sebagian pengunjung ada yang memutuskan pulang. "Sebagian memang ada yang memilih keluar. Tapi yang lain juga kembali lagi ke dalam. Ada yang ke bazar dan food court," tambahnya.

Staf Marcom Detos Annisa mengatakan, setelah terjadi kepanikan, pengunjung kembali masuk ke dalam. "Alhamdulillah sih aman, walaupun enggak sedikit juga yang pada bubar," katanya.

Pihaknya juga melakukan pemeriksaan ke seluruh bagian gedung. Setelah dinyatakan aman makan pengunjung diperbolehkan masuk. "Sempat sebagian tempat sepi si tapi rame lagi di lobby karena pada masuk lagi," tandasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak