alexametrics

Tingkatkan Pelayanan Penumpang, MRT Perbaiki Trotoar

loading...
Tingkatkan Pelayanan Penumpang, MRT Perbaiki Trotoar
Para penumpang MRT tengah mengantre. Foto/Ilustrasi/ISNDOphoto
A+ A-
JAKARTA - PT Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melakukan perbaikan infrastruktur pejalan kaki di luar jalan utama. Perbaikan tersebut untuk meningkatkan jumlah pengguna moda transportasi massal berbasis rel atau MRT.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar mengatakan, salah satu cara meningkatkan jumlah penumpang MRT yaitu dengan perbaikan infrastruktur pejalan kaki. Menurutnya, berjalan kaki, merupakan salah satu moda first dan last mile pengguna MRT Jakarta, oleh karena itu fasilitas penunjang pejalan kaki harus direvitalisasi agar pejalan kaki nyaman menuju atau dari stasiun MRT.

"Kita mulai lakukan pengerjaan pada Agustus 2019 hingga Mei 2020 dengan nama #JalanJakarta. #JalanJakarta adalah program dalam meningkatkan dan memperbaiki aksesibilitas masyarakat untuk menjangkau MRT Jakarta dengan berjalan kaki dan bersepeda," kata William di Jakarta, Jumat (26/7/2019).



William menjelaskan, fokus aksi pentingnya perbaikan infrastruktur pejalan kaki di luar jalan utama sebagai koneksi first dan last-mile dalam kesatuan perjalanan orang. Radius 500 meter dari stasiun MRT turut mencakup jalan penghubung dan jalan lingkungan. Kemudian, Trotoar di jalan penghubung dan jalan lingkungan juga perlu mendapat perhatian selanjutnya.

Konsep perbaikan jangka pendek yang dilakukan pada Agustus-November 2019, kata William yaitu lakukam pengecatan jalan untuk penerapan konsep shared street untuk jalan lingkungan (Tempat parkir, zona aman sekolah dan lainnya). Sedangkan jangka menengah dilakukan pada Desember 2019 hingga Januari 2020 meliputi pemberian signage dan wayfinding menuju stasiun MRT terdekat dalam bentuk marka jalan; Penambahan Jalur Sepeda dan Pembenahan peneduhan jalan.

"Jangka Panjang dilakukan pada Februari 2019-Mei 2020 yaitu melakukan Pembenahan trotoar untuk jalan penghubung dan pembenahan peneduhan jalan," ungkapnya.

Adapun pendanaan yang digunakan untuk perbaikan tersebut berasal dari internal PT MRT dan Pemprov DKI melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab, masih banyak feeder menuju MRT belum dilengkapi trotoar yang layak bagi pejalan kaki. Seperti di Cipete, Fatmawati dan sekitarnya.

"Di luar radius 500 meter dari stasiun akan didanai oleh APBD. Radius 500 meter akan ada jalan penghubung dan trotoar," ungkapnya. (Baca juga: Mengubah Kehidupan, MRT Dianggap Mendekatkan Keluarga)

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta, agar feeder bus menuju MRT ditingkatkan hingga ke pemukiman berbarengan dengan peningkatan trotoar. Sehingga, ketika masyarakat memilih berjalan kaki, mereka bisa dengan mudah menggunakan angkutan umum. "Pejalan kaki harus diutamakan, tetapi layanan pendukung harus ditingkatkan," ungkapnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak