alexametrics

Tunggak Pajak Mobil Mewah Rp180 Juta, DKI Datangi PT SKJP

loading...
Tunggak Pajak Mobil Mewah Rp180 Juta, DKI Datangi PT SKJP
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI, Faisal Syafruddin mengatakan cara ini sebagai upaya pihaknya menyisir pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB), Kamis (20/6/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Penunggak pajak kembali diburu Pemprov DKI Jakarta, door to door dan penyisiran ke sejumlah tempat perbelanjaan dilakukan Badan Pajak dan Penunggak Daerah (BPRD). Kali ini, Pemprov DKI menagih pajak kendaraan mobil mewash sebesar Rp180 juta kepada PT Sari Kebon Jeruk Permai (SKJP).

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI, Faisal Syafruddin mengatakan cara ini sebagai upaya pihaknya menyisir pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB). Sebab di Jakarta, diakui banyak masyarakat yang belum sadar membayar pajak, khususnya pajak progresif.

“Kami berasumsi, kemungkinan ada pengalihan dari mobil pribadi pengalihan ke badan dalam rangka menghindari pajak progresif,” kata Faisal saat ditemui di PT. Sari Kebon Jeruk Permai, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (20/6/2019).



Faisal memaparkan PT. Sari Kebon Jeruk Permai sendiri diketahui melakukan penunggakan pajak mobil mewah merk Maybach buatan Jerman selama dua tahun. Bila ditotal dengan denda maka tunggakan tercatat sekitar Rp180 juta.

Meskipun dalam upaya menagih BPRD gagal mendapatkan tagihan uang. Namun Faisal bakal mendalami kasus itu. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Direktorat Jendral Pajak Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI. Hal ini untuk mengetahui apakah perusahaan itu, khususnya mobil tercatat dalam laporan pajak perusahaan.

Faisal sendiri tak menampik, cara semacam ini kerap dilakukan sejumlah orang demi menghindari pajak progresif. Beban pajak progresif yang cukup tinggi, seringkali membuat orang memasukan kepemilikan kendaraan ke perusahaan.

“Dia harus balik nama pemilik. Dan begitu dia balik nama pribadi, otomatis bila sudah memiliki mobil yang lain, pajaknya langsung progresif,” tegas Faisal.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak