alexametrics

Berlaku Normal, Pengamat Katakan Tarif MRT Rp14.000 Masih Tinggi

loading...
Berlaku Normal, Pengamat Katakan Tarif MRT Rp14.000 Masih Tinggi
Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - PT MRT Jakarta telah mencabut diskon 50 persen untuk tarif MRT pada Senin 13 Mei 2019. Pemberlakuan tarif normal pada MRT menimbulkan dilema bagi pengguna setia transportasi tersebut, yang sudah mulai banyak digandrungi oleh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

Pengamat Transoportasi Azas Tigor Nainggolan, menilai tarif normal MRT Rpv14.000 terlampau mahal dan membebankan masyarakat. Hal ini disampaikan Tigor terkait penghapusan diskon 50 persen tarif MRT.

"Menurut saya Rp14.000 itu masih ketinggian kalau hanya untuk tarif tunggal MRT saja. Penumpang Pasti jarang yang naik, pasti nanti penumpangnya turun jumlahnya," ujar Tigor saat dikonfirmasi, Selasa (14/5/2019).



Tigor menuturkan, tarif ideal untuk angkutan berbasis rel tersebut ada dikisaran angka Rp10.000, harga itupun harus sudah terintegrasi. Artinya ongkos Rp10.000 itu untuk sekali perjalanan dengan menggunakan berbagai moda trasportasi yang ada.

"Menurut saya Rp10.000 masih oke dan itu juga seharusnya terintegrasi dengan Transjakarta dan Jak Lingko. Jangan cuma nama dan stiker-stiker doang tapi enggak ada integrasi nya sama MRT," tegasnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin menerangkan, bahwa pada hari pertama pemberlakuan tarif normal, Senin 13 Mei 2019. MRT mampu mengangkut sebanyak 77.696 Penumpang.

Meski demikian, Kamaluddin mengungkapkan bahwa jumlah penumpang dihari pertama pemberlakuan tarif normal MRT masih melebihi target yang ditentukan yakni sebesar 65.000 penumpang per harinya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak