alexametrics

Berpose 2 Jari di Acara Paslon 01, Ternyata 3 Pria Ini Pendukung Jokowi

loading...
Berpose 2 Jari di Acara Paslon 01, Ternyata 3 Pria Ini Pendukung Jokowi
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak tiga orang pria diamankan karena hampir jadi bulan-bulanan dalam acara deklarasi alumni 375 SMA se-Jakarta mendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di kawasan Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat kemarin.

Ketiganya diduga berpose dua jari atau mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada acara yang isinya adalah simpatisan Jokowi-Ma'ruf. Beruntung petugas kemanan acara cepat mengevakuasi.

Berdasarkan pengakuannya ke polisi, ketiga orang tersebut juga simpatisan Jokowi-Ma'ruf. Saat kejadian mereka bukan berpose dua jari, tapi sedang memegang telepon genggam mereka untuk berfoto, namun apes pergelangan jari mereka seperti tengah berpose dua jari. (Baca: Berpose 2 Jari di Acara Paslon 01, Tiga Pria Diamankan Polisi)



"Ini jadi pegang handphone seperti pose dua. Jadi, pose handphone itu dipegang seperti telunjuk dan jempol gitu loh," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono saat dikonfirmasi, Senin (11/2/2019).

Akibatnya, karena salah paham, massa simpatisan meneriaki ketiganya pendukung Prabowo-Sandi. Melihat kejadian tersebut, agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, ketiganya dievakuasi petugas keamanan acara.

"Terus diteriaki sama pendukung yang lain, akhirnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mereka diamankan oleh keamanan dalam situ," tuturnya. (Baca juga: Deklarasi SMA se-Jakarta Buktikan Kaum Milenial Dukung Jokowi)

Saat diinterogasi itulah ketiganya mengakui mereka adalah simpatisan Jokowi-Ma'ruf juga. Mereka mengaku apa yang terjadi adalah ketidaksengajaan.

"Terus dibawa keluar terus dibawa ke petugas kepolisian lalu diinterogasi. Ternyata, mereka ini tidak ada maksud menunjukkan kode tertentu. Mereka juga mengaku pendukung Pak Jokowi," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak