alexametrics

Empati Musibah Tsunami

Pemkot Tangsel Imbau Warganya Tidak Hura-hura di Malam Tahun Baru

loading...
Pemkot Tangsel Imbau Warganya Tidak Hura-hura di Malam Tahun Baru
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan perayaan malam pergantian tahun. Dalam surat itu disebutkan, tak ada kegiatan yang bersifat hura-hura demi menunjukkan rasa empati kepada korban musibah bencana di berbagai daerah di Tanah Air.

Dalam surat edaran itu bernomor 338/3100/Pem tentang Imbauan Menyambut Tahun Baru 2019 itu ditandatangani Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Jumat 28 Desember 2018 hari ini.

"Ini bentuk surat imbauan kepada masyarakat luas yang ada di wilayah Kota Tangsel, agar tidak mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang sifatnya hura-hura, karena saudara-saudara kita di daerah lain banyak yang sedang mendapat musibah," katanya saat dikonfirmasi.



Surat edaran itu berisi empat poin yang selaras dengan motto Kota Tangsel, yakni Cerdas, Modern, dan Religius. Pertama, memerhatikan terjadinya bencana, musibah di sebagian wilayah Indonesia. Maka sebagai bentuk empati dan keprihatinan atas kejadian tersebut, agar tidak melakukan kegiatan yang berlebihan (hura-hura) dan tidak bermanfaat, serta perbuatan yang melanggar norma hukum dan agama.

Kedua, agar masyarakat tidak membunyikan atau membakar petasan, kembang api yang dapat menimbulkan ledakan, tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor, dan mengumpulkan massa tanpa izin dari pihak yang berwenang.

ketiga,
agar para orang tua mengawasi dan mengarahkan putra-putrinya untuk tidak melakukan atau mengikuti kegiatan yang bersifat hura-hura pada pergantian tahun.

Keempat, memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk meningkatkan ibadah, rasa keprihatinan, kepedulian dan kepekaan sosial, serta menjaga ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Davnie, pada malam pergantian tahun akan diadakan taushiyah atau semacam refleksi akhir tahun. Masyarakat luas diimbau untuk mengikuti pagelaran taushiyah di sejumlah lokasi, baik di masjid dan musala.

"Nanti untuk lokasi taushiyah bisa dikomunikasikan dengan MUI maupun Kemenag (Tangsel). Karena sudah ada surat untuk taushiyah itu dari Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI). Nanti selain dzikir dan shalawat, ada pula donasi Gerakan Peduli Bencana bagi korban tsunami di Banten dan Lampung," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak menuturkan, muhasabah pada malam Tahun Baru 31 Desember 2018 akan tersebar di sejumlah musala dan masjid. Dia menegaskan tidak ada acara tabligh akbar skala besar di satu titik yang berpotensi mengundang penumpukan massa.

"Hampir setiap masjid di Tangsel menggelar dzikir, doa dan muhasabah atau refleksi akhir tahun. Bahkan di tiap kelurahan dan kecamatan mengadakan acara muhasabah zikir dan doa akhir tahun, ini untuk menghindari adanya penumpukan massa," tandasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak