Nyapu Pakai Kalung Emas 20 Gram, Nenek 90 Tahun Dijambret

loading...
Nyapu Pakai Kalung Emas 20 Gram, Nenek 90 Tahun Dijambret
Nenek Hj Sopiah seusai melaporkan kasus penjambretan yang menimpa dirinya ke polisi di Mapolsek Pondok Aren, Rabu (5/8/2020). Foto: Hasan Kurniawan/SINDOnews
TANGERANG SELATAN - Hj Sopiah (90) mengalami stres berat, saat kalung emas yang dimilikinya sejak tahun 1990 dijambret dua orang pria tak dikenal, Rabu (5/8/2020) pagi. Sebelumnya, kalung emas 23 karat, seberat 20 gram itu tidak pernah lepas dari lehernya.

Hingga akhirnya, dua orang pejambret datang berpura-pura menanyakan alamat padanya. Nahas, kalung emas Hj Sopiah langsung dirampas. (Baca juga: Pelaku Jambret yang Tewaskan Remaja Putri di Tambora Dibekuk Polisi )

Aksi kedua pelaku ini sempat terekam oleh kamera CCTV. Tampak dua orang pria dewasa berboncengan naik motor. Saat itu, Sopiah sedang menyapu. (Baca juga: Naik Ojol Sambil Main HP, Remaja Kalideres Jadi Korban Jambret )

"Kan dia (pelaku) datang naik motor berdua, boncengan. Dia bilang mau karaoke. Saya bilang masih tutup. Terus dia turun dari motor dan langsung jambret, begitu saja," kata Sopiah di Mapolsek Pondok Aren, Rabu (5/8/2020) malam.

Warga Pondok Serut, Pondok Kacang Timur, RT03/03, Pondok Aren, ini pun tidak menyangka bakal menjadi sasaran tindakan kriminal. Apalagi, Sopiah dikenal memiliki anak preman yang juga ketua ormas loreng.



Sopiah pun tampak mengingat kedua pelaku yang dicirikannya memakai baju hitam. Setelah kejadian itu, Sopiah tampak murung. Kalung emas kesayangannya raib dijambret.

"Tinggi orangnya, pakai baju hitam. Saya enggak kenal, nomor motornya juga enggak tahu. Jadi saya lagi nyapu mau duduk, kejadiannya jam 06.30 WIB. Saya sudah teriak maling-maling, lah ternyata enggak ada orang," sambungnya.

Sugiarti (50), anak Sopiah yang ke-12, tampak menemani ibunya membuat laporan ke kantor polisi. Sebelum laporan, dia pergi ke pasar membeli kalung emas harga Rp8 juta.

"Di rumah tinggal cuma berdua dengan anak yatim. Lagi bebenah di dalam. Dulu beli Rp25 ribu segram. Mas ukuran 23 karat. Lha iyah, saya kepikiran, saya langsung duduk saja. Makanya saya minta dibeliin lagi," paparnya.

Setelah dapat gantinya dari Sugiarti, kalung emas yang baru, nenek Sopiah pun kembali terlihat ceria. Tampak, wajahnya sedikit berseri dan terlihat tidak terlalu murung lagi.



"Tadi mah murung mukanya. Kasihan kan mana sudah tua. Tapi abis dibeliin kalung lagi langsung enakan rasanya. Mukanya langsung ceria lagi. Pas hilang langsung saya beliin lagi, Rp8 juta, 10 gram," tambah Sugiarti.

Sementara itu, Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Satifa menambahkan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan telah melakukan pemeriksaan saksi, serta CCTV.

"Yang pasti sudah ditangani dari pihak Polsek Pondok Aren laporan tersebut. Nanti untuk lebih lanjutnya akan kita informasikan. CCTV nanti akan dicek. Saksi masih kita periksa. Petugas sudah cek TKP," pungkas Riza.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top