alexametrics

Pakai Celana SMK Milik Kakak, Bocah SD Jadi Korban Pembacokan

loading...
Pakai Celana SMK Milik Kakak, Bocah SD Jadi Korban Pembacokan
Petugas Polsek Sukmajaya, Depok, memperlihatkan pelaku dan barang bukti pembacokan terhadap bocah SD berinisial RA.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Seorang bocah berinisial RA (12) menderita luka sabetan senjata tajam oleh sekelompok remaja di Jalan Kramat Benda Raya, Sukmajaya, Depok. Belakangan RA yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini dibacok hanya karena memakai celana seragam salah satu SMK.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Ibrahim Sadjab mengatakan, korban dibacok oleh pelaku berinisial RE dan kawan-kawannya. Sebelumnya, kelompok RE terlibat tawuran dengan kelompok lain dan kalah serta mundur teratur.

Karena gengsi, akhirnya RE menghasut kelompoknya untuk mencari kelompok musuhnya tersebut guna melampiaskan emosi. Nahas bagi RS yang sedang jajan ke warung kala itu, justru menjadi korban keberingasan kelompok RE."Korban dibacok paa bagian kaki kanannya," kata Ibrahim kepada wartawan Jumat (31/7/2020).

Ibrahim menuturkan, setelah mendapatkan informasi pembacokan tersebut, petugas bergerak cepat hingga akhirnya menangkap RE di Jakarta Timur. Dari hasil pemeriksaan korban dan pelaku, diketahui bila bocah SD tersebut merupakan korban salah sasaran.(Baca: Ditresnarkoba Polda Banten Gagalkan Pengiriman Paket Ganja Seberat 159 Kg ke Jakarta)



"Korban ini tidak tahu apa-apa, saat kejadian korban mengenakan celana seragam salah SMK di Depok. Celana itu milik kakak korban, dan para pelaku menganggap korban berasal dari SMK tersebut," ujarnya.

Selain RE, petugas telah menangkap sembilan pelaku lainnya yang terlibat dalam tawuran tersebut. “Pelaku ini masih berstatus pelajar tapi usianya sudah cukup dewasa. Kami sangkakan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun,” ucapnya.
(hab)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak