alexametrics

Bertambah 7 Orang, Pasien Positif Corona Kota Bogor Jadi 28 Orang

loading...
A+ A-
BOGOR - Kasus pasien positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bogor kembali bertambah, semula Selasa (31/03) hanya 21 orang kini Rabu (01/04) per pukul 14.00 WIB menjadi 28 orang. Dengan demikian ada penambahan tujuh pasien positif Covid-19, dua diantaranya merupakan data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia kemarin.

"Ada beberapa perkembangan terbaru terkait kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor. Seperti pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 terdapat penambahan dari 21 orang menjadi 28 orang," ungkap Juru Bicara Pemkot Bogor Untuk Siaga Corona yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri dalam keterangan persnya, Rabu (01/04)

Sri menuturkan, hingga saat ini yang terkonfirmasi positif masih dalam pengawasan atau perawatan RS Rujukan Covid-19 di Kota Bogor belum ada yang selesai atau sembuh yakni, sebanyak 22 orang.
"Malah yang meninggal bertambah dari empat menjadi enam orang. Sehingga yang PDP meninggal semula 13 orang menjadi 11 orang, begitupula PDP yang dalam pengawasan RS dari 35 orang menjadi 33 orang. Sehingga total PDP yang semula 54 orang, sekarang jadi 51 orang dan selesai 7 orang," ungkapnya.



Adapun untuk ODP kembali bertambah yang semula total 672 orang, kini menjadi 689 dengan rincian selesai 259 orang sebelumnya hanya 251 orang dan masih dalam pantauan 430 orang sebelumnya 421 orang.(Baca: Corona Mengganas, Pemkot Bogor Pertimbangkan Terapkan Local Lockdown)

Sementara itu, diperkirakan sebanyak 90.000 warga Kota Bogor diprediksi terdampak kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Mereka yang terdampak merupakan masyarakat ekonomi kelas bawah, yang kehilangan sumber mata pencaharian.

Pemkot juga sedang menyiapkan skema bantuan pangan yang diberikan per 14 hari selama masa PSBB. "Itu baru prediksi awal, ada kurang lebih segitu. Verifikasinya dari status keluarga miskin, atau masyarakat ekonomi kelas bawah yang kehilangan mata pencaharian semisal ojek online, pengemudi becak, ojek, PKL, sopir angkot, usaha mikro dan lainnya," papar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Annas S Rasmana, Rabu (1/4/2020).

Bahkan pihaknya melalui Tim Penanggulangan Terdampak Covid-19 sedang memikirkan skema terkait bantuan yang akan diberikan kepada 90.000 warga terdampak tersebut. Bentuk bantuan pangan itu berupa beras sebesar 5 kg, gula 1 kg, minyak 1 kg, makanan kaleng, vitamin C, mi instan, terigu, dan bahan pokok lainnya.

"Ini baru rencananya, angka itu di luar masyarakat yang menerima bantuan dari provinsi atau pusat. Makanya ini sedang diverifikasi ulang," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top