alexametrics

Jadi Korban Penjambretan di Depok, Leher Bocah 3 Tahun Ini Terluka

loading...
Jadi Korban Penjambretan di Depok, Leher Bocah 3 Tahun Ini Terluka
Seorang balita berusia tiga tahun dijambret seorang pengendara motor di RW 19 Kampung Lio, Depok, Pancoran Mas, Depok.Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
DEPOK - Seorang balita berusia tiga tahun dijambret seorang pengendara motor di RW 19 Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Akibatnya, balita itu mengalami luka merah di leher belakang karena kalungnya direbut paksa pelaku.

“Saya enggak ridho, leher anak saya luka dan bengkak,” kata Ari, ayah korban, Senin (13/7/2020). Menurut dia, peristiwa itu terjadi ketika anaknya sedang bersama saudaranya yang sedang mencari daun obat.

Tiba-tiba anaknya didatangi pria bersepeda motor. Lalu anaknya diberi uang Rp2.000 oleh pria tersebut. “Kemudian pelaku narik kalung dan anak saya langsung menjerit nangis,” ujarnya.

Tangisan korban itu didengar warga sekitar, dan sejumlah warga sempat mengejar pelaku yang kabur ke Jalan Raya Arif Rahman Hakim. Sayangnya, pelaku sudah lebih cepat melaju.(Baca: Dibayar Rp250 Ribu, Wasit yang Pingsan Ini Pimpin Pertandingan Tanpa Hakim Garis)



“Pelakunya pakai masker jadi enggak kelihatan wajahnya di vidio dan pelat nomornya pun tak jelas. Saya harap pihak aparat bisa menangkap pelakunya, karena pada saat dikejar pelaku sempat lewat lampu merah Arif Rahman Hakim. Mudah mudah terekam di CCTV lampu merah sehingga pelaku bisa dilacak,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Wadi Saabani membenarkan kejadian itu. “Iya benar telah terjadi penjambretan terhadap anak berumur 3 tahun di Kampung Lio,” kata Wadi. Namun dia belum membeberkan secara detil terkait kasus penjambretan tersebut.



"Kita baru saja menerima adanya laporan terkait kasus tersebut. Nanti ya, akan dijelaskan lebih lanjut,” ucapnya.
(hab)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak