alexametrics

Pengenalan Lingkungan SMAN 2 Bekasi Lalui Protokol Kesehatan Ketat

loading...
Pengenalan Lingkungan SMAN 2 Bekasi Lalui Protokol Kesehatan Ketat
Sejumlah siswa/siswi baru SMAN 2 Bekasi mengikuti upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Bekasi, Perumnas 2, Kota Bekasi, Senin (13/7/2020). Foto: SINDOphoto/Ramadhan Adiputra
A+ A-
BEKASI - Memasuki belajar tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021 pada Senin (13/7/2020), SMA Negeri 2 Kota Bekasi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara tatap muka. MPLS tatap muka diawali dengan apel pagi siswa baru.

Kepala SMAN 2 Kota Bekasi Ekowati mengatakan, proses MPLS yang dilakukan tetap menggunakan protokol kesehatan ketat. Para siswa baru yang datang juga tidak seluruhnya, hanya perwakilan. "Sesuai edaran Disdik Jabar bahwa MPLS hanya dilakukan tatap muka, tapi perwakilan saja," ujarnya, Senin (13/7/2020). (Baca juga: Strategi Lain Belajar Daring, Sekolah Bangun Posko Dekat Rumah Siswa hingga Guru Door to Door)

Siswa yang hendak masuk wajib pakai masker, dilakukan pengecekan suhu tubuh, hand sanitizer, serta jaga jarak. Bahkan, kegiatan apel yang dilakukan harus berjarak. "Siswa yang hadir sebanyak 48 perwakilan dari 432 siswa," ucapnya.

Alasan SMAN 2 Kota Bekasi menggelar MPLS tatap muka agar lebih tahu dan mengenal siswanya. Sebab, selama proses pendaftaran tidak mengetahui wajah siswa. Bagi siswa baru yang tidak hadir pada MPLS bisa melihat video yang akan diunggah pada website dan YouTube sekolah.



Untuk proses belajar tetap dilakukan secara daring atau online. Sebab, wilayah Kota Bekasi masih masuk kategori zona kuning. Jumlah siswa baru SMAN 2 Kota Bekasi sebanyak 432 siswa terbagi 12 kelas. Satu kelasnya atau rombelnya sebanyak 36 siswa. (Baca juga: Dilema Belajar di Rumah: Kalau Dulu Hanya Uang Jajan, Sekarang Tambah Biaya Kuota Internet)
(jon)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak