Penyaluran Perlinsos di Bekasi Terhambat Verifikasi, Ini Penjelasannya

Jum'at, 02 Desember 2022 - 19:14 WIB
loading...
Penyaluran Perlinsos di Bekasi Terhambat Verifikasi, Ini Penjelasannya
Pemkab Bekasi belum menyalurkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) bagi warga miskin di wilayahnya karena terhambat proses verifikasi data. Foto/Dok SINDOnews
A A A
BEKASI - Mayoritas program Perlindungan Sosial (Perlinsos) bagi warga miskin di Kabupaten Bekasi rupanya belum disalurkan. Bantuan masih terhambat proses verifikasi data terhadap calon penerima manfaat dan lokasinya.

Keterlambatan ini terbilang jauh dari rencana awal. Apalagi program ini semula digulirkan bagi warga terdampak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Perlinsos rencananya disalurkan mulai Oktober lalu rupanya tak kunjung terealisasi hingga awal Desember ini.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengaku penyaluran Perlinsos ini terkendala verifikasi administrasi. Untuk memastikan program tepat sasaran, maka validasi data terus dilakukan. Beberapa data penerima telah selesai diverifikasi, sedangkan data lainnya masih dalam proses.

“Perlinsos ternyata panjang prosesnya terutama pada verifikasi calon penerima dan calon lokasi, ada yang baru tuntas, ada yang masih proses. Akan tetapi terus kami kejar agar segera diterima warga sesuai peruntukannya,” kata Dani, Jumat (2/12/2022). Baca juga: Pekan Ini, Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan Perlinsos Rp18 Miliar

Diakui Dani, seharusnya program perlinsos ini sudah dirasakan manfaatnya sejak beberapa pekan lalu dan disalurkan dalam dua fase. Namun, karena keterlambatan ini, program tersebut nantinya akan disalurkan sekaligus pada penerima.

“Maka akan disatukalikan. Sehingga yang tadinya akan diluncurkan sejak September-Oktober, lalu nanti tahap kedua November-Desember maka akan disekaliguskan jadi empat bulan dibayarkan sekaligus,” ucapnya. Baca juga: Ya Ampun, Ada 324 Daerah Lelet Salurkan Anggaran untuk Perlinsos

Dani memastikan tidak semua perlinsos terhambat. Penerima manfaat dari sektor pekerja layanan kemasyarakatan telah menerima bantuan tersebut. Di antaranya marbot masjid dan guru agama. “Ada yang sudah disalurkan seperti marbot masjid dan guru ngaji sudah disalurkan,” ungkapnya.

Kemudian penyaluran bagi penerima manfaat lainnya akan direalisasikan pada pekan kedua Desember ini. “Di luar itu masih belum disalurkan, meski beberapa sudah selesai verifikasinya, sudah taraf SK, ada yang penyiapan nomor rekeningnya. Paling telat minggu kedua Desember,” ujarnya.

Anggaran yang disiapkan untuk program perlinsos ini sebesar Rp18.078.240.000. Jumlah tersebut setara dengan 3,55 persen dana transfer umum Kabupaten Bekasi. Jumlah tersebut akan disalurkan dalam bentuk bantuan sosial.

Di antaranya pada tenaga harian lepas di lingkungan Pemkab Bekasi sebesar Rp1.337.600.000. Anggaran tersebut disalurkan pada 3.344 orang. Selanjutnya anak yatim piatu yang orang tuanya menjadi korban covid-19.

Terdapat 1.684 anak yang menjadi penerima manfaat dengan total anggaran Rp669.200.000. Bantuan sosial juga diberikan bagi jasa layanan keagamaan seperti imam masjid, marbot, guru mengaji, guru agama non-ASN dan amil jenazah dengan total penerima manfaat sebanyak 13.565 orang.

Total anggaran pada penerima ini sebesar Rp5.426.000.000.Kemudian bantuan diberikan juga pada para lanjut usia yang terlantar, kaum difabel, pekerja kebersihan dan nelayan.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.5150 seconds (11.97#12.26)