Remaja Tewas Tawuran di Tangerang Berawal Saling Nantang di Media Sosial

Rabu, 30 November 2022 - 11:36 WIB
loading...
Remaja Tewas Tawuran di Tangerang Berawal Saling Nantang di Media Sosial
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyayangkan masih maraknya aksi kenakalan remaja. Misalnya, pada Sabtu 26 November 2022, tawuran antar kelompok remaja pecah di Cipondoh, Tangerang.

Peristiwa ini menewaskan RAS, 17, setelah beberapa bagian tubuhnya terkena luka senjata tajam. Polisi berhasil menangkap 15 orang dan 3 di antaranya ditetapkan tersangka. Baca juga: Remaja Tewas Tawuran di Cipondoh Tangerang, Polisi Tahan 15 Orang

Menurut Fadil, aksi tawuran itu dipicu dari tantangan salah satu kelompok di media sosial untuk melakukan tawuran. Awalnya mereka saling menghina hingga menantang lalu sepakat bertemu di suatu tempat.

“Saling ledek-ledekan di media sosial, saling menantang untuk tawuran antara kelompok dengan kelompok lain. Mereka itu rata-rata 16 tahun. Nanti datang di suatu tempat, bertemu, terjadi tawuran. Kan, sayang nyawa melayang gara-gara itu,” ujar Fadil Imran, Rabu (30/11/2022).

Umumnya para remaja ini memiliki kelompok pertemanan di sekitar tempat tinggal. Jumlahnya tidak banyak, hanya berkisar 10-15 orang. Mereka membentuk kelompok dan kemudian menantang kelompok remaja yang lain.

Mereka mencari lawan dengan tujuan untuk menjadi kelompok yang bisa disegani, dianggap superior dari kelompok lain. Baca juga: Tawuran Pecah di Kalideres, Remaja Tewas Dibacok Celurit

”Seperti mencari lawan sepak bola. Kalau dulu diajak main bola, sekarang diajak tawuran. Umumnya kalangan remaja kurang paham dan tidak takut dari bahaya risiko dari perbuatan yang dilakukannya. Mereka tidak takut luka sampai meninggal dunia,” sambungnya.



Parahnya lagi, aksi tawuran kerap menggunakan senjata tajam. Berdasarkan penelusuran kepolisian, kepemilikan senjata tajam diperoleh dengan membeli dari toko secara daring.

Bukan dari pasar. Mereka membeli dari luar kota, seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. “Jumlahnya memang enggak banyak, tapi kalau sampai meninggal dunia kan sayang,” imbuh dia.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3445 seconds (11.252#12.26)