alexametrics

Masih Ragu, Bima Arya Belum Mau Terapkan AKB Total

loading...
Masih Ragu, Bima Arya Belum Mau Terapkan AKB Total
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakilnya Dedie Rachim. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum mau menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)secara total atau full. Pertarungan melawan Covid-19 ini adalah ibarat lari marathon.

Hal demikian disampaikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Strateginya juga harus jangka panjang,kata dia,walaupun ada data-data yang relatif membahagiakan dan sangat baik.

"Tetapi cara pandang kita tetap cara pandang marathon tadi. Misalnya mau lari 10 KM, lalu hingga kilometer ke-5 catatan waktunya masih baik, tapi belum tentu di kilometer ke-6 atau ke-7 kita bisa tetap baik. Barangkali bisa tidak sampai garis finish. Jadi, data-data itu kita sikapi betul-betul perspektif jangka panjang. Strateginya harus matang," kata Bima Arya di Bogor, Jumat (3/7/2020).

Dia mencontohkan, angka reproduksi efektif (Rt) atau penyebaran Covid-19 di Kota Bogor merupakan paling rendah dibanding daerah lain di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek). Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut angka Rt Kota Bogor 0,33.



"Jadi, mengingat kedekatan kita dengan Jakarta, angka ini sangat baik. Tapi sekali lagi, kita harus tetap waspada. Ini marathon, ini jangka panjang. Bahkan, dari Jabar ada prediksi puncak pandemi masih awal tahun depan. Kami pada prinsipnya menyelaraskan antara aspek kesehatan dan ekonomi. Kesehatan adalah yang utama. Namun ekonomi juga harus diperhatikan," terangnya. (Baca juga: Hujan Ringan dan Sedang Bakal Guyur Kota Bandung)

Maka dari itu, kata dia, mulai 3 Juli 2020 Kota Bogor akan memasuki fase Pra-AKB. "Ini PSBB yang berbeda, tetapi belum juga dikatakan full AKB karena ada beberapa yang sudah kita buka dan diizinkan beroperasi tetapi masih banyak juga yang perlu waktu untuk diizinkan. Fase Pra-AKB akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan," tuturnya.



Dalam fase Pra-AKB ini, Bima kembali membuka sektor baru yang diperbolehkan operasi, yakni transportasi seperti ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) serta kegiatan-kegiatan di hotel selain fasilitas penginapan.

"Di bidang transportasi, ojol dan opang diizinkan untuk mengangkut penumpang mulai Senin, 6 Juli 2020 pada jam 4 pagi sampai jam 12 malam dengan protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer selalu disiapkan, kendaraan disemprot disinfektan setiap habis beroperasi, penumpang wajib memakai hairnet," terangnya.
halaman ke-1 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak