Fenomena Citayam Fashion Week, Wagub DKI: Kegiatan Positif, Menembus Kelaziman

Senin, 25 Juli 2022 - 14:15 WIB
loading...
Fenomena Citayam Fashion Week, Wagub DKI: Kegiatan Positif, Menembus Kelaziman
Wagub DKI sebut Citayam Fashion Week adalah kegiatan positif dan menembus kelaziman. Foto/Dok Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patri kembali mengomentari adanya fenomena Citayam Fashion Week, di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Fenomena tersebut menembus kelaziman.

Sebab, fenomena fashion week yang dianggap hiburan mahal, kini bisa dinikmati siapa pun.Pihaknya mengapresiasi dengan adanya kreativitas anak muda di kawasan tersebut. Kini, anak muda bahkan bocah-bocah pun ikut menggandrungi kegiatan tersebut.

”Biasanya fashion week itu dilaksanakan orang dewasa, ini menembus kelaziman, ini dilaksanakan anak anak, bahkan pelajar SMP, SMA/SMK,” ujar Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/7/2022).

Terlebih, kata Ariza, kegiatan yang biasanya digandrungi oleh masyarakat menengah ke atas, kini bisa dinikmati oleh siapapun dan dari kalangan apa pun. Baca juga: Heboh Bandit Jalanan Beraksi di Lokasi Citayam Fashion Week

”Yang namanya fashion itu dikerjakan oleh orang yang mohon maaf kelas menengah ke atas, sekarang fenomena ini bisa berubah, bisa dikerjakan oleh siapa aja, kalau masyarakat umum, masyarakat sederhana bisa punya kreativitas itu sesuatu yg positif,”ungkapnya.

Ketiga, biasanya fashion show itu dilaksanakan di tempat mewah, indoor. Namun, sekarang bisa di tempat sederhana. Bahkan, kata Ariza, terjadi di ruang publik. Baca juga: Langgar Prokes, Remaja Citayam Fashion Week Bakal Diswab Massal

”Bukan cuman masyarakat sederhana, sekarang kelas elit malah ikut disitu, bahkan artis ikut disitu, ini sesuatu yang luar biasa. Jadi, memang sekarang zaman sudah berubah luar biasa, kami mengapresiasi,” tandasnya.



Kendati demikian, Ariza mengimbau, agar masyarakat yang menikmati gelaran Citayam Fashion Week, lebih tertib dan teratur. Termasuk, lanjut Ariza, Anak-anak yang kerap datang dari daerah jauh, untuk pulang tidak lebih dari jam 22.00 WIB.

”Atas dasar itu kami minta adik-adik, anak-anakku jangan sampai larut malam, jam 10 udah bubar. Karena mereka kan pulangnya jauh, ke Depok, Bojong Gede, Citayam dan sebagainya. Nanti sampai rumah jam berapa? bisa sampai jam 12,” pungkasnya.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1304 seconds (10.55#12.26)