Heboh! 500 Anak-anak Pesisir Sunatan di Pelabuhan Tanjung Priok

Selasa, 05 Juli 2022 - 21:08 WIB
loading...
Heboh! 500 Anak-anak Pesisir Sunatan di Pelabuhan Tanjung Priok
Ratusan anak-anak dari keluarga buruh dan Anak Buah Kapal, mengikuti sunatan massal di Masjid Al Ikhlas, Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (5/7/2022). Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Ratusan anak-anak dari keluarga buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Anak Buah Kapal, mengikuti sunatan massal di Masjid Al Ikhlas, Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (5/7/2022). Sunatan masal ini memanfaatkan momentum libur sekolah dengan menyasar anak-anak sekitar pesisir Jakarta Utara.

"Khitanan massal ini untuk masyarakat yang tidak mampu di wilayah pesisir Jakarta Utara," ujar Ketua Pusat Pembinaan Dakwah Islam (PPDI) Pelindo II Mujianto, saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Mengenal Metode Sunat yang Aman dengan Teknologi Modern

Menurut Ilham, sunatan massal ini digelar di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama di Masjid Al Ikhlas Pelindo II dengan sasaran 200 peserta, dan di Masjid Al Khodamuttaqwa manyasar 300 peserta.

"Lokasi berbeda namun masih dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Jadi pesertanya 200 di sini, di masjid yang di depan sekitar 300. Totalnya 500 peserta," kata Mujianto.

Mujianto menuturkan, kegiatan sunatan massal menyasar anak-anak kurang mampu yang sebelumnya sudah diseleksi panitia lewat kerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat.

"Ada anak-anak dari TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat), sekuriti, juga masyarakat sekitar yang kita anggap tidak mampu. Kita ngambil momentum liburan sekolah," jelasnya.

Selain mengikuti sunatan massal gratis, ratusan anak-anak tersebut juga mendapatkan bantuan berupa uang saku senilai Rp200.000.

Pihak pelabuhan juga bekerja sama dengan para sopir angkot yang kendaraannya disewa untuk antar-jemput anak-anak ke lokasi sunatan massal.

"Kami mengadakan kegiatan PPDI, sebenarnya sumber dana dari pegawai Pelindo infaq dan sedekah. Zakatnya kita serahkan ke Baznas, dilakukan pemotongan setiap bulan," tuturnya.

Sementara itu, salah satu orang tua, Fitri Indah Mayangsari (36), mengatakan adanya sunatan masal ini sangat membantu keluarganya. Pasalnya, biaya sunat saat ini cukup mahal sehingga dirinya tidak sanggup untuk membayar.

"Biayanya kalau enggak salah sekitar Rp1,8 juta. Kan suami saya habis resign, ya sudahlah ada yang gratis pula," ungkapnya.

"Dapat biaya antar jemput, sarung, baju koko sama uang saku. Kalau sekarang sih, saya sudah dapat koko sama yang lainnya," pungkasnya.
(thm)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1903 seconds (11.97#12.26)