Lewati Jembatan Antilope, Pemotor Waswas hingga Nunduk

Selasa, 14 Juni 2022 - 13:28 WIB
loading...
Lewati Jembatan Antilope, Pemotor Waswas hingga Nunduk
Pengendara waswas saat melintas jembatan Antilope, Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto/MPI/Jonatan Simanjuntak
A A A
BEKASI - Pemasangan box girder Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung tepat di atas Jembatan Antilope, Pondok Gede, Kota Bekasi membuat pemotor waswas. Pasalnya jarak antara aspal lintasan dan box girder sangat rendah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pemotor bahkan terlihat menundukan kepalanya. Hal ini untuk menghindari adanya benturan kepala dengan box girder yang terpasang.

Sementara, jalur ini juga masih bisa dilewati kendaraan beroda empat. Hanya saja, ukuran kendaraan beroda empat juga harus di bawah tinggi 1,7 meter. Baca juga: Ada Pemasangan Box Girder Kereta Cepat, Warga Tetap Nekat Lewati Jembatan Antilope

Kendaraan beroda empat yang dapat lewat pun hanya menyisakan sedikit jarak antara bagian atas mobil dan box girder. Oleh karenanya, kendaraan-kendaraan berkategori besar sudah tidak dapat melintasi jembatan ini.

Belum ada tanda-tanda penutupan akses Jembatan Antilope hingga saat ini. Pasalnya, pada pagi hari ini, petugas yang berada di lokasi baru saja memasang jalur pemisah antara roda dua dan roda empat.



General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Rahadian Ratry mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi pada warga beberapa kali. Adapun kesepakatan atau pertemuan terakhir dilakukan pada 10 Juni 2022 silam.

“Tetap dioperasionalkannya jembatan ini secara terbatas sesuai dengan aspirasi dari masyarakat untuk dapat memanfaatkan jembatan untuk beraktivitas,” kata Rahadian. Baca juga: Berlomba Ciptakan Teknologi Kereta Cepat, China Juaranya

“Pada prinsipnya, warga sangat menyepakati sistem pengaturan lalu lintas dengan tetap memanfaatkan jembatan Antilope eksisting, dan proses pembangunan Proyek KCJB dapat berlanjut,” sambungnya.

Untuk memastikan keamanan pengguna jalan, PT KCIC juga mengetatkan pengamanan. Misalnya, portal pembatas ketinggian dipasangkan di dua sisi jembatan tersebut.

“Kami juga melakukan penjagaan 24 jam (3 shift) untuk memastikan warga aman ketika melintas. Secara paralel, pembangunan jembatan baru sedang kami lakukan,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini akan berlangsung hingga nantinya warga memiliki akses jembatan baru untuk menyebrangi jembatan tersebut. Jembatan baru itu sendiri rencananya bakal rampung pada 10 Agustus 2022 mendatang.

“Jika jembatan baru sudah selesai maka arus lalu lintas kendaraan akan dialihkan sepenuhnya ke jembatan baru. Setelah jembatan baru seluruhnya rampung, jembatan lama akan dibongkar,” jelas dia.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1825 seconds (11.252#12.26)