Ada Pemasangan Box Girder Kereta Cepat, Warga Tetap Nekat Lewati Jembatan Antilope

Selasa, 14 Juni 2022 - 13:01 WIB
loading...
Ada Pemasangan Box Girder Kereta Cepat, Warga Tetap Nekat Lewati Jembatan Antilope
Jembatan Antilope, Pondok Gede masih ramai dilintasi warga meski ada pemasangan box girder jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto/MPI/Jonathan Simanjuntak
A A A
BEKASI - Jembatan Antilope, Pondok Gede, Kota Bekasi masih ramai dilintasi warga meski ada pemasangan box girder jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Masyarakat masih berlalu lalang di lokasi meski box girder hanya setinggi mobil kecil.

Pantauan SINDOnews di lokasi, akses menuju Jembatan Antilope sebetulnya sudah dipasangi cone pembatas jalan. Namun, cone tersebut tak sepenuhnya menjaring kendaraan-kendaraan bermotor.

Alhasil, sejumlah kendaraan berukuran kecil pun masih dapat melintasi jembatan. Kriterianya yakni kendaraan di bawah 1,7 meter kini sudah tak dapat melintasi jalan. Baca juga: Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 80%, Girder Box Sudah Dipasang

Tak jarang, kendaraan-kendaraan mobil berukuran besar yang sudah melewati pembatas cone harus rela memutar balik akibat tidak dapat melintas. Akibat sejumlah kendaraan memutarbalik, tak jarang ada kepadatan lalu lintas meski hanya sebentar.

Bari (52) warga sekitar, mengatakan pemasangan box girder ini dilakukan sejak Senin (13/6) kemarin. Menurutnya rencana pemasangan box girder diikuti dengan penutupan jembatan tersebut.



“Dapat kebijaksanaan karena pas diukur tuh aspal ke girder yang beton itu 1,7 meter. Jadi ada pengarahan mobil kecil dan motor bisa lewat,” kata Bari, Selasa (14/6/2022). Baca juga: Tinjau Kereta Cepat, Jokowi: Juni 2023 Kita Operasionalkan

Warga, kata Bari, memang mengakui takut jembatan tersebut ditutup totalnya. Pasalnya, pemasangan box girder seharusnya dilakukan setelah ada jembatan baru pengganti Jembatan Antilope untuk dilewati warga.

“Tadinya sama warga dijadiin dulu jembatan pengganti, baru ditutup (jembatan lama) baru gajadi masalah. Kan yang dipermasalahkan warga kemari ditutup total, karena kan aksesnya deket, masa sekolahnya disitu misalnya harus muter lagi,” pungkasnya.

Sementara di lokasi sejumlah petugas terlihat bersiaga di lokasi. Namun, petugas juga masih memberikan instruksi kendaraan-kendaraan kecil dapat melintas.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1088 seconds (10.177#12.26)