20 Warga Tangerang Meninggal Akibat Covid-19, Dinkes: Belum Bisa Dipastikan Omicron atau Bukan

Jum'at, 18 Februari 2022 - 16:36 WIB
loading...
20 Warga Tangerang Meninggal Akibat Covid-19, Dinkes: Belum Bisa Dipastikan Omicron atau Bukan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang belum mengetahui varian apa yang menyebabkan 20 warganya meninggal dunia akibat Covid-19. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
TANGERANG - Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Kota Tangerang belum mengetahui varian apa yang menyebabkan 20 warganya meninggal dunia akibat Covid-19 . Sebelumnya, 20 warga Kota Tangerang meninggal dunia akibat Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni. Meski begitu, dia menegaskan, 20 orang tersebut meninggal karena terpapar Covid-19. Baca juga: 20 Warga Tangerang Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Kadinkes: 57% Lansia

“Kami belum bisa memastikan mereka terpapar Omicron atau tidak, tapi yang pasti, mereka meninggal karena Covid-19," tegas Dini di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (18/2/2022).

Dia mengatakan, 20 orang meninggal karena Covid-19 itu pada periode Januari-Februari 2022. Dia juga mengatakan, mayoritas warga yang meninggal merupakan lanjut usia (Lansia).



"Di kami ada 20 orang yang meninggal karena Covid-19, dengan 57 persennya adalah lansia, dan memang ini cukup tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (18/2/2022).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyebutkan, pasien Covid-19 varian Omicron yang meninggal di Indonesia juga didominasi oleh lansia dan juga pasien yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. Baca juga: Ngeri! 3 Buaya Muncul di Kali Ciracap Teror Warga Tangerang

"Dari data yang diterima, 69 persen pasien yang meninggal adalah lansia ditambah faktor keduanya adanya belum divaksin. Maka dari itu, saya mendorong agar seluruh Kabupaten, Kota dan Provinsi, agar konsentrasi disuntikan yang kedua dan booster. Karena masih banyak di bawah 60 persen atau rendah," ungkapnya.
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1487 seconds (11.210#12.26)