Keracunan Nasi Kotak Berlogo PSI, Ibu Muda Ini Dilarang Beri ASI Selama 1 Minggu

Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:45 WIB
loading...
Keracunan Nasi Kotak Berlogo PSI, Ibu Muda Ini Dilarang Beri ASI Selama 1 Minggu
Irda Nurmaya Sari (19) salah satu korban keracunan usai menyantap nasi kotak berlogi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Koja, Jakarta Utara.Foto/Abdullah M Surjaya/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nasib tak mengenakkan dialami Irda Nurmaya Sari (19), yang dilarang tim dokter untuk tidak menyusui putranya yang masih berusia 18 bulan selama satu pekan ke depan. Pasalnya, Irda merupakan salah satu korban keracunan akibat nasi kotakberlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Koja, Jakarta Utara.

"Saya cuma nyantap satu sendok saja, langsung muntah darah," ungkap Irda warga RW 06, Kelurahan Koja, Jakarta Utara, pada Selasa (26/10/2021). Menurut dia, tim dokter telah meminta agar dirinya tidak menyusui putranya yang masih berusia 18 bulan selama satu minggu ke depan.

Meski saat ini kondisi Irda sudah membaik, pihak Puskesmas mengkhawatirkan masih ada racun di dalam tubuhnya yang tercampur dengan air susu ibu (ASI) yang dapat membahayakan kesehatan snag buah hati.

Irda merasa khawatir dengan kondisi anaknya yang saat ini dititipkan ke mertuanya. Pasalnya, selama ini putra pertamanya tidak pernah lepas dari ASI. Selain itu, putranya selama ini diketahui memiliki kondisi kesehatan yang kurang stabil.

”Anak saya suka biru, anak saya enggak boleh kesal, enggak boleh nangis, enggak boleh jatuh,” ujarnya dengan penuh kekhawatiran. Baca: Puluhan Warga Koja Diduga Keracunan Seusai Konsumsi Nasi Kotak Pemberian Parpol

Irda menuturkan, pada Minggu, 24 Oktober 2021 sore dia menyantap satu sendok nasi kotak yang diberikan oleh petugas dari PSI. Dalam kotak nasi yang tercetak jelas logo PSI tersebut berisi telur balado, sayur buncis, tempe orek dan daun selada.

”Di nasinya itu sudah mulai berair bawahnya, dan di daun selada itu atasnya sudah mulai menguning. Itu kalo di punya saya,” ujarnya. Usai menyantap nasi kotak, sekira jam 21.00 WIB, Irda mulai merasa mual dan tidak enak badan.

Awalnya Irda mengira gejala tersebut hanya sekadar masuk angin biasa. Namun, sekira pukul 23.00 WIB, Irda muntah sebanyak dua kali. Tak lama, perut Irda kembali bergejolak seperti mendindih disertai rasa melilit yang luar biasa.

Irda semakin kaget karena dimuntahan ketiga mengeluarkan lendir darah dari mulutnya dan langsung dibawa ke UGD RSUD Koja. ”Saat ini saya masih ada pusing,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 23 warga RW 06, harus dilarikan ke UGD RSUD Koja setelah menyantap nasi kotak yang diberikan oleh petugas PSI, Minggu (24/10/2021). Dari 23 warga yang dilarikan ke RSUD Koja, 5 di antaranya harus menjalani rawat inap karena kondisinya cukup parah akibat keracunan makanan.
(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1090 seconds (10.177#12.26)