408 Personel dan 46 Ekskavator Amfibi Dikerahkan Dinas SDA DKI untuk Antisipasi Banjir

Kamis, 30 September 2021 - 10:02 WIB
loading...
408 Personel dan 46 Ekskavator Amfibi Dikerahkan Dinas SDA DKI untuk Antisipasi Banjir
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta kembali melakukan program Gerebek Lumpur untuk mencegah banjir saat musim hujan. Foto/Facebook @DinasSDAProvDKIJkrt
A A A
JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta kembali melakukan program Gerebek Lumpur untuk mencegah banjir saat musim hujan. Pengerukan sedimen lumpur dan sampah menggunakan alat berat secara masif dan serentak di 5 wilayah Kota Jakarta.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, kegiatan gerebek lumpur ini telah dilakukan sejak 24 Maret 2021 untuk wilayah Jakarta Timur dan dilanjutkan di 4 wilayah kota lainnya secara bertahap mulai September 2021 hingga Desember 2021. (Baca juga; Hendak Diangkut, Ekskavator Terguling di Jalan Raden Fatah Ciledug )

"Mulai hari ini akan disebar secara bertahap total 408 personel dari di 5 wilayah kota dengan mengerahkan 46 alat berat berjenis Excavator Amphibi (Ekskavator Amfibi) dan 123 dump truck. Kita targetkan kegiatan ini selesai hingga Desember 2021," ujar Yusmada, kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan gerebek lumpur ini berkolaborasi dengan Wali Kota, lintas dinas, kelurahan, dan kecamatan di tiap wilayah dengan mengerahkan lebih banyak alat berat untuk percepatan pengerukan sedimen lumpur dan sampah.

Lebih lanjut, Yusmada mengatakan, pengerukan sedimen lumpur dan sampah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi volume air pada saat musim hujan di kali dan melancarkan aliran air yang tersumbat sampah. (Baca juga; Gaji Tidak Full, Buruh Bangunan Hancurkan Properti dengan Ekskavator )

"Peran dan kerja sama warga untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungan juga sangat kita perlukan. Ini untuk mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan," imbuhnya.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3603 seconds (11.252#12.26)