Merintis dari Nol, Penjual Dimsum di Tangsel Rekrut Karyawan Korban PHK Akibat Pandemi

loading...
Merintis dari Nol, Penjual Dimsum di Tangsel Rekrut Karyawan Korban PHK Akibat Pandemi
Pekerja tengah beraktivitas di pabrik dimsum milik Makmur di Jalan H Rean, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Foto: MPI/Hambali
TANGERANG SELATAN - Makmur (37) tak menyangka buah kerja keras membawa perubahan drastis bagi kehidupannya. Usahanya yang dulu hanya di lapak kecil pinggir jalan , kini berkembang pesat hingga akhirnya mampu membangun pabrik sendiri.

Kini sedikitnya Makmur mempekerjakan 40 orang di pabrik dimsumnya yang berada di Jalan H Rean, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Baca juga: Pemerintah Telah Salurkan Bansos Rp3,5 Triliun bagi Masyarakat Terdampak Pandemi

Kebanyakan pegawai yang direkrut adalah mereka yang sebelumnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), imbas pandemi Covid-19 2 tahun belakangan. Ada pula beberapa di antaranya yang merupakan janda paruh baya dari ekonomi lemah.

"Total ada 40-an orang, mereka kita bagi 2 sif. Saya rekrut mereka yang kena PHK, ada juga janda-janda warga sekitar sini yang secara ekonomi mereka butuh penghasilan," kata Makmur kepada wartawan di Tangsel, Rabu (22/9/2021).



Makmur sejak muda berjualan dimsum di pinggir jalan. Namun ketika itu, dia hanya menjual produk dari orang lain. Barulah pada tahun 2015, Makmur dibantu istrinya mulai memproduksi dimsum sendiri. Tekun sambil terus mencari peluang adalah modal dasar baginya. "Saya mulai usaha sendiri dari 2015," katanya.

Berbagai suka-duka menyelimuti awal perjalanan usahanya itu. Bahkan beberapa kali Makmur sempat tertipu, di mana ada pelanggan lama yang memesan banyak dimsum namun tak kunjung membayar.

"Tahun 2018 pernah ketipu sampai Rp5 jutaan. Awalnya mereka beli sekali, dua kali, tiga kali. Nah selanjutnya lalu dia ngebon (utang) dulu, jadi ngambil barang dulu terus nanti uangnya ditransfer. Tapi habis itu orangnya ngilang, enggak bisa ditelepon, enggak bisa ditemuin," bebernya.

Memasuki fase-fase awal pandemi pada 2020, usaha dimsum Makmur justru kian melesat. Berbagai permintaan secara online bertambah. Sejak itu, dia berencana menambah jumlah pegawainya yang semula hanya belasan orang. Baca juga: Pariwisata Paling Terdampak Pandemi, Wapres: Kunjungan Wisman Turun 75%

"Waktu itu cuma 15 orang, tapi karena pesanan banyak otomatis saya harus tambah pegawai. Kebetulan banyak yang cerita, banyak orang kena PHK. Dari situlah akhirnya saya mau rekrut mereka, satu sisi saya butuh tenaga juga, sisi lain saya mau bantu mereka yang kena dampak pandemi," tuturnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top