Terus Alami Penurunan, Ruas Jalan Akses Cilebut-Kebon Pedes di Soleh Iskandar Bogor Terancam Ambles

loading...
Terus Alami Penurunan, Ruas Jalan Akses Cilebut-Kebon Pedes di Soleh Iskandar Bogor Terancam Ambles
Ruas Jalan Soleh Iskandar, tepatnya di samping underpass Tol BORR, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus mengalami penurunan. Foto: MNC Portal/Putra Ramadhani Astyawan
BOGOR - Ruas Jalan Soleh Iskandar, tepatnya di samping underpass Tol BORR, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus mengalami penurunan. Jalan tersebut terancam ambles dan membahayakan pengendara jika tidak segera ditangani.

Pantauan MNC Portal, terlihat kondisi jalan mengalami penurunan yang cukup dalam. Pengendara yang menuju arah Cilebut atau Kebon Pedes, harus ekstra hati-hati ketika melintasi ruas jalan tersebut.

Baca juga: Terowongan Mirip Saluran Air Peninggalan Belanda Ditemukan di Dekat Stasiun Bogor

Situasinya semakin membahayakan karena di sisi kanan terdapat pembatas yang di bawahnya jalur utama Jalan Soleh Iskandar. Sementara di sisi kiri berbatasan langsung dengan jurang Kali Baru.

Salah satu pengendara motor, Faisal (27) mengaku selalu khawatir ketika melintasi jalan tersebut. Ditambah tidak adanya rambu peringatan bagi kendaraan besar untuk tidak melintas di jalan yang terancam ambles itu.



"Ngeri, takut makin parah. Harusnya dikasih tanda bahwa truk jangan lewat dulu," ucap Faisal, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Pesta Sabu Dalam Mobil, 4 Karyawan Panti Rehabilitasi Ditangkap Polisi

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan sudah mengajukan perbaikan ruas jalan itu ke pemerintah pusat. Sebab ruas jalan itu masuk ke dalam jalan nasional.

"Kami secara lisan dan tertulis sudah disampaikan informasi terhadap penurunan jalan tersebut dan telah dilakukan survei oleh pusat," kata Chusnul.

Untuk sementara, pihaknya meminta di jalan tersebut disediakan rambu peringatan batas tonase kendaraan yang melintas. Sehingga kondisi penurunan jalan tidak semakin parah oleh kendaraan berat.

"Kita minta pusat pasang rambut pengaman terkait beban kendaraan yang boleh lewat," tukasnya.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top