alexametrics

1,7 Juta Warga Jakarta Mudik Lebaran

loading...
1,7 Juta Warga Jakarta Mudik Lebaran
Petugas memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta pada pengemudi yang hendak masuk kawasan Jakarta. Foto: SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mencatat sekitar 750 ribu orang yang mudik menggunakan kendaraan umum. Mereka yang ingin kembali wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya jumlah orang telanjur mudik menggunakan kendaraan umum sekitar 750 ribu orang. Di sisi lain PT Jasa Marga mencatat 465 ribu kendaraan pribadi yang keluar Jakarta. Artinya, apabila dijumlahkan total yang keluar Jabodetabek itu hampir 1,7 juta orang.

"Ini yang harus kita antisipasi. TNI- Polri sudah melakukan pengecekan SIKM dari mulai Jawa Timur, Jawa Barat sepanjang jalan," ujar Syafrin di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (28/5/2020). (Baca juga: Tidak Miliki SIKM, Dishub DKI: Sebanyak 6.364 Orang Diputarbalikkan)



Sejak awal pihaknya sering menyampaikan bahwa sebaiknya warga Jabodetabek sebagai epicentrum jangan melakukan mudik. Sebab, kalau mudik belum tentu mudah balik ke Jabodetabek. Apalagi sekarang sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2020 yang mewajibkan masyarakat memiliki SIKM jika ingin ke Jabodetabek.

Seluruh petugas di lapangan sudah dilengkapi QR code di smartphone masing-masing untuk membaca scanner di SIKM. Apabila tidak sama petugas akan meminta mereka putar balik.

"Wajib punya SIKM karena tujuannya kita pahami kasus positif Jakarta turun yang ini kita akan jaga dua minggu setelah perpanjangan PSBB ketiga. Kita harap bisa tekan. Kami imbau bagi warga yang sudah telanjur di luar silakan di sana dulu atau kalau mau balik tolong bawa SIKM. Ini pakai daring bisa dimana saja kapan saja. Artinya begitu punya surat tugas ada KTP itu cukup dilampirkan langsung terbit," ucapnya. (Baca juga: Pekerja Sektor Konstruksi Bisa Urus SIKM Jabodetabek, Begini Syaratnya)
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak