Pemkot Bogor Luncurkan Bogor Mengaji bagi Pralansia

loading...
Pemkot Bogor Luncurkan Bogor Mengaji bagi Pralansia
Wali Kota Bogor Bima Arya menambahkan Bogor Mengaji akan diluncurkan bersamaan dengan pemberian insentif guru ngaji. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Dalam upaya mengentaskan buta baca Al-Quran , Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa barat akan meluncurkan program Bogor Mengaji yang digelar serentak di 68 kelurahan. Sasaran utama dari Bogor Mengaji ini adalah 2.000 orang pralansia.

Kabag Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Bogor, Asep Kartiwa menuturkan, gerakan ini sementara masih swadaya sehingga tidak menggunakan APBD. "InsyaAllah untuk program awal rencananya akan di-launching 5 Mei di Masjid Al Mujahidin, Kelurahan Mekarwangi, Tanah Sareal,” kata Asep dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Dalam program Bogor Mengaji ini, setiap kelurahan dibagi dua kelas, masing-masing kelas 15 orang laki-laki dan perempuan dengan sasaran utama pra lansia yang akan dilaksanakan selama 6 bulan. "Untuk waktu pelaksanaannya dikembalikan ke wilayah masing-masing," katanya.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, 340 Personel Dishub Kabupaten Bogor Disebar di 3 Terminal

Alasan sasarannya pralansia, lanjut Asep, karena pengajian anak-anak masih banyak. Ia berharap melalui program ini para pralansia di Kota Bogor bisa lebih semangat lagi belajar Al-Quran.

Program Bogor Mengaji ini adalah program gerakan masyarakat yang diinisiasi jajaran pimpinan pemkot, termasuk warga yang berupaya ingin mengentaskan buta baca Al-Quran.



"Kalau ada yang ingin berinfaq dan sodaqoh membantu program Bogor Mengaji bisa melalui Baznas Kota Bogor. Baznas memiliki rekening sendiri untuk program ini," katanya.

Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin Targetkan Ada 1.000 Penghafal Alquran pada 2023

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menambahkan Bogor Mengaji akan diluncurkan bersamaan dengan pemberian insentif guru ngaji. Ada 2.800 guru ngaji yang akan diberikan kartu Bogor Mengaji.

"Di kartu ini ada insentif dan jaminan BPJS Ketenagakerjaan, jadi satu paket dalam bentuk kartu. Ada peningkatan jumlah insentif, tahun lalu Rp100.000 per bulan, tahun ini Rp150.000 per bulan yang akan diberikan selama 1 tahun," kata Bima.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top