70 Persen Pemudik Jabodeta Menuju Jawa Lintasi Bekasi

loading...
70 Persen Pemudik Jabodeta Menuju Jawa Lintasi Bekasi
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menyebut hampir 70 pemudik jalur darat setiap tahunnya melintasi wilayah Bekasi melalui jalur Pantura (Pantai Utara) maupun melalui jalur tol.

Pemudik roda dua dan empat itu biasanya setiap tahun melintasi Bekasi dengan tujuan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: Ini 7 Titik Lokasi Razia Pemudik di Wilayah Bekasi Menuju Jawa dan Pantura

"Berdasarkan data mudik yang terhimpun setiap tahunya, hampir 70 persen pemudik nasional dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tanggerang (Jabodeta), dipastikan melintasi wilayah Bekasi melalui jalur arteri maupun tol," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar, kepada SINDOnews, Jumat (23/4/2021).

Namun, kata dia, untuk Lebaran 2021 pemerintah bersama kepolisian dan TNI akan menghalau jutaan pemudik dari wilayah Bekasi agar kembali lagi ke rumahnya masing-masing. Adapun sanksi yang akan diberikan untuk kendaraan umum dan pribadi berupa mobil dan sepeda motor, akan diminta putar balik.



Kemudian sanksi bagi operator angkutan umum dan badan usaha angkutan sungai, danau dan penyebrangan akan dikeluarkan dari jadwal pelayanan dan dilarang beroperasi selama periode Idul Fitri 2021. Kebijakan pelarangan mudik ini mengacu pada SE Satgas No 13/2021 dan PM Menhub No 13/2021 disemua moda mulai 22 April-22 Mei mendatang.

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Pemkot dan Pemkab Bekasi Kerja Sama Jaga Jalur Tikus menuju Karawang

Selain itu, lanjut dia, petugas juga akan disiagakan selama 24 jam untuk menindak adanya kemungkinan masyarakat yang akan mudik dengan modus menggunakan kendaraan taksi gelap dan kendaraan truk logistik.

"Kan sudah ada aturannya, jika melanggar pasti akan didenda secara tegas atau dihalau putar balik," tegasnya.





Berdasarkan catatan Pemerintah Kota Bekasi, gelombang arus mudik mengalami peningkatan hingga lima hari jelang lebaran (H-5). Sebelum pandemi Corona, pemerintah dan kepolisian mencatat setiap satu jam kendaraan roda dua yang melintas di jalur mudik Kota Bekasi mencapai 1.000 sepeda motor.

Biasanya pemudik dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu melintas di jalur KH Noer Ali (Kalimalang) mulai dari perbatasan Jakarta di Sumber Artha, Kecamatan Bekasi Barat ke Jalan Kalimalang – Jalan Raya M Hasibuan – Jalan Raya Chairil Anwar kemudian masuk ke Kabupaten Bekasi.

Bahkan biasanya pada H-17 lebaran lalu lintas di Kota Bekasi sudah mulai sangat padat. Per dua jam kendaraan roda dua yang melintas mencapai ratusan kendaraan, kondisi ini akan berlangsung hingga H-1. Apalagi kepadatan arus mudik di Kota Bekasi cenderung terjadi malam hari. Namun kali ini pemudik akan dihalau dan dilarang melintas.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top