Anies dan Istri Kunjungi Taman Anggrek Ragunan, Netizen: Keren Amat Sih Bapak ma Ibu

loading...
Anies dan Istri Kunjungi Taman Anggrek Ragunan, Netizen: Keren Amat Sih Bapak ma Ibu
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama istri, Ferry Farhati saat melihat keindangan bunga Anggrek di Taman Anggrek Ragunan. Foto: @aniesbaswedan
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama istri, Ferry Farhati menyambangi Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan. Saat memasuki area taman ini, tampak Anies begitu kagum dengan keindangan Bunga Anggrek yang memiliki bentuk, warna serta motif yang indah.

"Katakan dengan bunga. Dan, bila bunga itu Anggrek, maka ada puluhan jenis dan warnanya untuk sampaikan maksud kita, atau sekadar menjadi penyejuk mata,” ujar Anies dalam caption foto yang diunggahnya melalui akun Instagram @aniesbaswedan, Sabtu (3/4/2021). Baca juga: Salah Satu Stasiun Tersibuk di Jakarta, Anies Bakal Revitalisasi Stasiun Manggarai

Pagi ini bersama Fery sempatkan mampir ke Taman Anggrek Ragunan. Fasilitas yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan ini menyediakan 47 kavling bagi petani Anggrek dan tanaman hias lainnya untuk menjajakan hasil budidayanya,” sambung caption yang dikutip SINDOnews.

Meski cuaca di lokasi gerimis, menurut orang nomor 1 di DKI Jakarta ini, hal tersebut justru menambah kesegaran bunga Angrek tersebut. Pada kesempatan ini, Anies juga sempat memakai capai untuk memilik bunga anggrek yang memiliki Bahasa latin Orchidaceae.

Cuaca hujan kecil pagi ini menambah nuansa kesegaran pada deretan tanaman hias di sini. Supaya tidak basah di kepala, maka pinjam caping milik salah satu pedagang di kavling 12, akrab dipanggil pak Haji, agar bisa tetap leluasa memilih-milih tanaman,” tuturnya. Baca juga:Salat Maghrib di Masjid Ramlie Musthofa, Anies Kagum Keindahan dan Sejarahnya



Ketika ditanya sejak kapan menjadi petani Anggrek, ia menjawab, sejak masa krisis (1998). Krisis memang seringkali datangkan kesempatan dan jalan baru. Kebetulan pula di kavlingnya kami membeli satu Anggrek liar asli dari hutan. Ia sampaikan, "Tanaman ini tahan banting, Pak. Cuaca berubah-ubah seperti apapun, Anggrek liar ini lebih mampu bertahan."

Selain mengobrol dengan pedagang yang biasa disapa Pak Haji, Anies juga berbincang dengan pemilik kavling 17 yang indah dengan hiasan payung dan kafe di dalamnya.

Di kavling 17, dengan ciri khas payung Bali di pintunya, kami bertemu dengan bu Helena asal Solo. Kavlingnya dihias cantik dengan payung warna-warni, dan kami dijamu di café kecil di dalamnya, dengan sajian kopi yang menjadi penghangat obrolan,” tuturnya.

Bu Helena sudah enam tahun menempati Taman Anggrek Ragunan. Namun baru di masa pandemi ini menghias kavlingnya, Helena Garden, agar lebih nyaman bagi pengunjung,” tambahnya.

"Setiap kavling di Taman Anggrek Ragunan punya ciri khasnya sendiri. Tak cukup mampir hanya ke satu kavling bila ingin lihat luas ragam tanaman yang ada. Di bagian tengah kompleks, terdapat pula beberapa pedagang ikan hias dan peralatan perawatannya,"



Alhamdulillah, selama pandemi, penjualan para petani Anggrek di sini tetap baik. Sebagian bahkan telah berekspansi, berjualan lewat daring. Tak kalah oleh Anggrek liar dari hutan, para petani Anggrek dan tanaman hias di sini mampu menunjukkan keuletannya,” tambahnya.

Anies juga mengimbau bagi yang belum punya rencana di hari Minggu besok bisa datang untukmelihat keindahan bunga Anggrek dan jenisnya.

Hari Minggu besok belum ada rencana? Datang kemari, ajak keluarga melihat ragam Anggrek dan tanaman hias lain di sini, dan bila menemukan yang memikat, bawa pulang untuk beri kesegaran dan warna baru di rumah kita,” kata Anies.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top