Proyek Pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi Capai 70%

loading...
Proyek Pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi Capai 70%
Pembangunan double track Bogor-Sukabumi segmen Paledang-Cicurug sudah mencapai 70%.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
BOGOR - Pembangunan double track Bogor -Sukabumi segmen Paledang-Cicurug sudah mencapai 70%. Ditargetkan, pembangunan segmen tersebut selesai tahun ini.

“Total progres fisik untuk Kegiatan Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Bogor-Sukabumi segmen Paledang-Cicurug sudah mencapai 70%, dengan rencana progres 100% pada tahun 2021,” ungkap Kepala Balai Teknik Perkeretaapian PT KAI Wilayah Jawa Bagian Barat, Erni Basri, Rabu (24/2/2021).

Erni menjelaskan, terdapat kendala dan permasalahan pada pembangunan double track, terutama pada segmen Paledang-Ciomas. Di mana, posisi track eksisting berada di pemukiman penduduk. Tak hanya itu, sebagian lahan tersebut sudah tergerus.

Serta lahan ROW sudah berada di Sungai Cisadane, sehingga memerlukan penanganan khusus. Baca: Proyek Rel Ganda KA Bogor-Sukabumi Dikebut, Dua Ruas Jalan di Kota Bogor Ditutup

“Selain itu, kondisi morfologi Kabupaten Bogor sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan, dan pegunungan, yang terdiri dari andesit, tufa dan basalt yang memiliki sifat jenis batuan relatif lulus air dimana kemampuannya meresapkan air hujan tergolong besar,” katanya.



Terpisah, Koordinator Lapangan pada proyek double track, Nugroho mengatakan, estimasi pengerjaan double track sesi satu dan dua ini ditargetkan sekitar lima hingga enam bulan. “Estimasi pekerjaan itu sekitar lima sampai enam bulan. Mulai dari kita pmbongkaran jembatan lama, sampai pembuatan jembatan baru. Ini sesi kedua,” ujarnya.

Sebelumnya, Kanit Turjawali Polresta Bogor Kota, AKP Budi Suratman mengatakan, untuk melancarkan proyek pembangunan rel ganda, dua ruas jalan di Kota Bogor dilakukan penutupan mulai hari ini selama 6 bulan, Rabu (24/2/2021). Selain mengalihkan arus, petugas sudah menyiapkan jembatan sementara atau jembatan bailey untuk kedua jalur tersebut.

Dimana, sudah dilakukan dua kali uji coba bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor."Sehingga pada Rabu ini, mulai pelaksanaan pengalihan arus dan pembongkaran jembatan mulai jam 08.00 WIB sampai dengan enam bulan kedepan," Budi mengkonfirmasi, Rabu pagi.

Budi menjelaskan, pengalihan arus tersebut dilaksanakan karena dalam proyek double track sesi satu dan dua ini terdapat kegiatan pembongkaran jembatan. Dimana pengerjaannya dilaksanakan sepanjang hari. “Waktu pengerjaannya pengalihan arus dilaksanakan karena kegiatannya pembongkaran jembatan. Sehingga pelaksanaan pengalihan arus pagi ketemu pagi lagi,” tuturnya.

Tak hanya itu, Budi menegaskan, kendaraan besar seperti bus dan truk tronton tidak bisa melewati kedua jalur tersebut. Baik di Jalan Pahlawan maupun di Jalan Paledang. Bahkan, petugas menempatkan alat pengukur kendaraan di dekat Jalan Pahlawan, tepatnya di Simpang Bogor Nirwana Residence (BNR) agar tidak ada kendaraan besar yang bisa menerobos.



“Yang bisa melintas di jalur empang adalah kendaran umum. Kecuali kendaraan tronton atau besar sehingga tidak bisa memasuki jalur seputaran Empang,” tegasnya.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top