Protokol Kesehatan Diperketat, 229.570 Warga Jakut Bakal Dapat BST

loading...
Protokol Kesehatan Diperketat, 229.570 Warga Jakut Bakal Dapat BST
Masyarakat saat sudah menerima BST dari Pemprov DKI Jakarta di Jakarta Utara. Foto: Yohannes Tobing/SINDOnews
JAKARTA - Pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di Jakarta Utara mulai dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Utara menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah timbulnya klaster baru Covid-19 .

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, penerapan protokol kesehatan ketat yang dimaksud mulai dari pengecekan suhu dan penyediaan wastafel di pintu masuk.

Selain itu juga dilakukan pengaturan jaga jarak bagi setiap penerima BST di ruang tunggu dan ruang distribusi, hingga wajib menggunakan masker baik petugas dan penerima bantuan.

“Protokol Kesehatan 3M diterapkan betul agar mencegah terjadinya klaster BST,” kata Ali di lokasi, Senin (17/1/2021). Baca juga: Satgas Imbau Penyaluran Bantuan Korban Bencana Tetap Patuhi Protokol Kesehatan



Ali menerangkan, salah satu contoh penerapan protokol kesehatan ketat itu dilalukan di SMKN 12, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam penerapannya, pendistribusian mengutamakan dengan menghindari terjadinya kerumunan. Bahkan sehari sebelum pelaksanaan, seluruh lokasi pendistribusian BST yang berjumlah 160 sekolah telah disemprot cairan disinfektan.

"Arahan Wali Kota (Sigit Wijatmoko) jangan sampai ada klaster BST. Alurnya harus sesuai protokol kesehatan," ungkapnya. Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Siap Distribusikan BST dengan Protokol Kesehatan Ketat



Salah satu warga, Marliani (52) mengaku senang dengan adanya pendistribusian BST menerapkan protokol kesehatan ketat. “Senang saya dapat bantuan untuk kebutuhan hidup. Terus kita juga nggak desak-desakan," tuturnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top