Bekasi Kekurangan Dokter dan Analis saat Kasus Covid-19 Masih Tinggi

loading...
Bekasi Kekurangan Dokter dan Analis saat Kasus Covid-19 Masih Tinggi
Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyebutkan wilayahnya sangat membutuhkan dokter maupun analis dalam penanganan wabah Corona. Foto: Dok SINDOnews
BEKASI - Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyebutkan wilayahnya sangat membutuhkan dokter maupun analis dalam penanganan wabah Corona. Sebab, kasus Covid-19 di Bekasi masih terbilang tinggi. Kota Bekasi pun kekurangan pegawai kesehatan, analis, dan dokter.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, instansinya sudah mengajukan permohonan untuk menambah pegawai ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Pemprov Jawa Barat. "Supaya dapat membantu penanganan kasus Covid-19 menjadi maksimal," ucapnya, Rabu (21/10/2020). (Baca juga: Angka Kematian Akibat Covid-19 Turun, DKI Klaim PSBB Transisi Berjalan Efektif)

Sebetulnya Kota Bekasi sudah mempunyai analis, namun sangat minim dan analis ini dituntut 24 jam bekerja sehingga perlu penambahan. Sedangkan, yang ada di laboratorium sebanyak 12 analis. "Untuk analis di laboratorium kita membutuhkan 8 orang analis lagi," ungkapnya.

Untuk dokter penanggung jawab cukup satu, penanggung jawab di laboratorium. Tapi, dokter yang dimaksud adalah untuk memonitoring Visitasi Stadion Patriot Chandrabaga. "Dokter baru ada 3 dan kita butuh 3 lagi untuk ditempatkan di Green Hotel dan Stadion Patriot Chandrabaga," ujar Tanti.



Pihaknya juga membutuhkan tenaga kesehatan tambahan. Karena bukan hanya untuk di GOR dan Green Hotel saja, tapi di puskesmas teman-teman sudah kelelahan. (Baca juga: Kecewa Tangani Pasien, Ormas Geruduk RSUD Cengkareng)

"Mereka melayani sejak Februari 2020 saat kasus ini mencuat, coba bayangkan. Kita terus ajukan ke TAPD dan pendampingan. Sekarang pun ada pendampingan dari masyarakat kemarin ada 9 orang pendidikan minimal D3 dan kita mengusulkan ke Jawa Barat," katanya.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top