Siapkan 57 Bed, Stadion Patriot Bekasi Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kamis, 10 September 2020 - 13:49 WIB
loading...
Siapkan 57 Bed, Stadion Patriot Bekasi Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Petugas medis berpakaian APD lengkap melakukan persiapan di salah satu ruangan Stadion Patriot, Bekasi, yang akan dijadikan lokasi isolasi pasien Covid-19.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera memfungsikan Stadion Patriot Candrabhaga di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Stadion megah tersebut sudah bisa mulai digunakan bagi pasien positif terkonfirmasi Covid-19 mulai pekan depan.

Namun hanya untuk pasien tertentu semisal pasien Covid-19 yang tinggal di rumah kontrakan dan kecil. "Tempat isolasi ini diperuntukan bagi warga masyarakatnya yang tinggal di kontrakan petak atau rumah kecil. Hal itu untuk mempermudah proses penyembuhan pasien positif corona," ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pada Kamis (10/9/2020).

Menurut dia, tempat isolasi itu disiapkan untuk klaster keluarga sebagaimana banyak ditemukan di Kota Bekasi. Misalnya, satu keluarga ada tiga orang terinfeksi covid, tidak mungkin isolasi mandiri di rumah."Karena rumahnya kecil, maka diperbolehkan untuk isolasi mandiri di Stadion Patriot," ujarnya. (Baca: DKI PSBB Total, Kota Bekasi Tetap Buka Perkantoran dan Hiburan Malam)

Rahmat menjelaskan, Stadion Patriot hanya diperuntukan bagi pasien yang hanya isolasi mandiri. Bukan menjadi rujukan rumah sakit darurat dan sebagainya."Iya, bukan untuk perawatan medis seperti penyakit komerbid seperti jantung, cuci darah, itu tetap di rumah sakit penanganannya. Intinya untuk isolasi mandiri buat pasien Covid-19," jelasnya.

Rahmat menyampaikan, semua fasilitas tempat isolasi mandiri di Stadion Patriot itu sudah siap. Mulai dari perawat dan tim dokter."Kapasitasnya ada 57 bed (kasur), minggu depan sudah bisa digunakan. Semua fasilitasnya sudah ada, tim dokter sudah ada, obat dan vitaminnya kita siapkan karena memang ini fasilitas dari pemerintah," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menambahkan, pemerintah sudah mempersiapkan beberapa hal untuk tempat isolasi tersebut. Apalagi, Kota Bekasi sedang mempersiapkan dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), serta dokter umum.

Selain hepa filter yang ditarget rampung pekan depan, kebutuhan lainnya yakni tenaga paramedis atau perawat, dan tenaga administrasi. Penyebaran Covid-19 tidak bisa diprediksi, seperti dewasa ini secara mendadak terjadi perburukan. Saat ini total tempat tidur yang siap untuk digunakan sebanyak 57 tempat tidur.(Baca: DKI PSBB Total, Kota Bekasi Tetap Buka Perkantoran dan Hiburan Malam)

Dalam waktu dekat ini, pihaknya mendalami peningkatan penyebaran kasus, memastikan kasus positif tanpa gejala telah menjalani isolasi mandiri dengan baik atau tidak. Hingga munculnya 196 klaster keluarga, memungkinkan bahwa isolasi mandiri yang dilakukan tidak berjalan efektif. Dua faktor yang diduga kuat melatarbelakangi peningkatan kasus pada klaster keluarga ini adalah perilaku dan fasilitas isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Meskipun menggunakan masker dengan baik, barang yang disentuh bersama-sama ini tidak menutup kemungkinan terjadi penyebaran kasus. Selain itu, ventilasi rumah warga juga dinilai berpengaruh, lantaran penyebaran kasus Covid-19 melalui airborne, jika tidak dilengkapi dengan ventilasi yang memadai.

Catatan kasus sejak awal pandemi hingga saat ini yang terjadi di wilayah Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. Sebanyak 101 kasus terjadi lantaran jumlah penduduk di wilayah tersebut terbilang padat. Selain itu, wilayah tersebut secara geografis mendorong interaksi warga sekitar dengan wilayah DKI Jakarta sangat dekat. Untuk kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi sejak Maret lalu hingga saat ini mencapai 2.072 kasus.

Sedangkan angka kesembuhan mencapai 1.746 kasus. Saat ini masih ada 254 kasus aktif dalam perawatan dan isolasi mandiri, serta 25 klaster keluarga aktif. Angka ini dinilai sangat menghawatirkan dengan angka Positivity Rate 10,4 persen, sementara Rate of Transmission (RT) atau rasio penularan 1,55.
(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1035 seconds (10.55#12.26)