alexametrics

Imbas Proyek Kereta Cepat, Bekasi Tutup Jalan Cikunir Raya Selama 9 Bulan

loading...
Imbas Proyek Kereta Cepat, Bekasi Tutup Jalan Cikunir Raya Selama 9 Bulan
Jalan Cikunir Raya, Kota Bekasi, Jumat (21/2/2020) ditutup karena pemasangan tiang pancang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Foto: SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A+ A-
BEKASI - Pemerintah Kota Bekai terpaksa menutup jalan dan mengalihkan arus lalu lintas di Jalan Raya Galaxy- Cikunir selama sembilan bulan. Penutupan itu karena pemasangan 27 tiang pancang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Penutupan terhitung mulai Jumat (21/2/2020) hingga 31 Oktober mendatang. “Kami berharap masyarakat bersabar. Kami sudah siapkan rekayasa lalu lintas,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Dadang Ginanjar, Jumat (21/2).

Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas untuk mendukung program strategis nasional di wilayah Kota Bekasi. Sebanyak 27 tiang pancang proyek dibangun di Jalan Cikunir Raya sepanjang 700 meter oleh PT Wijaya Karya (Wika) selaku konsorsium BUMN. (Baca juga: Proyek Kereta Cepat, Bupati Segera Teken Kerja Sama dengan Tiga BUMN)



Penutupan jalan bertujuan untuk keselamatan dan kelancaran proses pemasangan tiang pancang. Penutupan Jalan Cikunir Raya mulai dari pertigaan Venus (Galaxy) sampai Apartemen Urban Sky (sejauh 700 meter). “Awal November 2020 bisa kembali dilewati,” ucapnya.

Berkaitan rencana penutupan dan pengalihan arus lalu lintas tersebut, Dishub Kota Bekasi bersinergi dengan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota melakukan manajemen lalu lintas. Warga yang hendak melewati Jalan Cikunir Raya bisa memilih jalan alternatif.

Manajemen rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus melalui Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) – Jalan Caman - Jalan Jatibening - Jalan Cempaka Raya - Jalan Buana Raya - Jalan Cikunir Raya arah Jati Asih/Komsen. “Masyarakat diharapkan bisa melintasi jalan yang sudah disiapkan sebagai akses alternatif,” kata Dadang.
(jon)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak