Fakta-fakta AKBP Gogo Galesung yang Terseret Kasus Pemerasan Anak Bos Prodia
loading...
A
A
A
JAKARTA - Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Gogo Galesung turut terseret dalam kasus dugaan pemerasan anak bos Prodia . Gogo dikabarkan telah di-patsus bersama tiga oknum polisi lain.
Kasus dugaan pemerasan anak bos Prodia itu awalnya diketahui menjerat mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro dan tiga oknum lain. Belakangan diketahui tiga oknum lain itu adalah Gogo Galesung, Kanit Resmob AKP Ahmad Zakaria, dan Kasubnit Resmob Satreskrim Polres Metro Jaksel berinisial ND.
Kemudian, Gogo juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota. Selama bertugas di sana, Gogo pernah mengungkap kasus menonjol sepertti pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Cikarang Barat, Bekasi.
Usai memggelar olah TKP, Gogo berhasil mengangkut sejumlah barang bukti dan menyampaikan bahwa anak yang membunuh ayah dan nenek itu mendapat bisikan saat tertidur.
"Ya, interogasi awalnya dia merasa dia tidak bisa tidur, terus ada hal-hal yang membisiki dia lah, meresahkan dia seperti itu," ujar Gogo.
Tak sendiri, Gogo ditahan dengan oknum polisi terduga pemerasan lainnya seperti AKBP Bintoro, Ahmad Zakaria dan ND.
"Terhadap yang bersangkutan dan tiga orang lainnya telah dimutasi dari jabatannya dan telah dilakukan penempatan khusus atau patsus di Bidpropam Polda Metro Jaya," kata Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Pol Radjo Alriadi, Rabu (29/1/2025).
Kini Polda Metro Jaya pun tengah berkoordinasi dengan Paminal terkait sidang etik yang akan digelar. Ade meyakini, dugaan pemerasan itu akan terungkap dalam sidang etik.
"Selanjutnya Bidpropam Polda Metro Jaya akan menyelesaikan penyelidikan, dari Bidpropam Polda Metro Jaya bersama nanti dengan Paminal dan segera menyelenggarakan sidang kode etik terhadap yang bersangkutan," jelas dia.
Polisi, kata dia, juga tengah melakukan klarifikasi terhadap korban terkait kasus ini. Dari keterangan itu, polisi menduga ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
"Kita bersama-sama melaksanakan penyelidikan sampai dengan hari ini," tuturnya.
Sementara itu, Bintoro membantah dugaan pemerasan ini. Menurutnya, pihak dari tersangka tidak terima atas proses kasus pembunuhan itu dan memviralkan berita bohong tentang dirinya melakukan pemerasan.
"Faktanya semua ini fitnah. Dari kemarin saya telah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya kurang lebih delapan jam dan handphone saya telah disita dan diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Bintoro.
Bintoro menjelaskan, kasus ini berawal dari dilaporkannya seseorang berinisial AN yang diduga telah melakukan kejahatan seksual dan tindak pidana pelindungan anak yang menyebabkan korban meninggal di salah satu hotel di Jakarta Selatan. "Pada saat olah TKP, ditemukan obat-obatan terlarang (Inex) dan senjata api," kata Bintoro.
Ketika itu, Bintoro sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan dan penyidikan.
Kasus dugaan pemerasan anak bos Prodia itu awalnya diketahui menjerat mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro dan tiga oknum lain. Belakangan diketahui tiga oknum lain itu adalah Gogo Galesung, Kanit Resmob AKP Ahmad Zakaria, dan Kasubnit Resmob Satreskrim Polres Metro Jaksel berinisial ND.
Baca Juga
Fakta-fakta Gogo Galesung
1. Lulusan Akpol 2006
Gogo Galesung merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006. Dalam jejak kariernya, Gogo pernah bertugas sebagai Kasat Narkoba Polres Lebak, Banten. Pada 2018, berdasarkan Surat Telegram Kapolda Banten Nomor ST/329/IV/KEP/2018, Gogo ditugaskan menjadi Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Banten.Kemudian, Gogo juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota. Selama bertugas di sana, Gogo pernah mengungkap kasus menonjol sepertti pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Cikarang Barat, Bekasi.
2. Gantikan AKBP Bintoro
Gogo Galesung menggantikan AKBP Bintoro pada 20 Agustus 2024. Keputusan itu, tertuang dalam surat telegram ST-271-VII-KEP-2024 yang ditandatangani Karo SDM Polda Metro Jaya tanggal 9 Agustus 2024. Kala itu, Gogo menggantikan Bintoro yang dirotasi menjadi Penyidik Madya Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.Baca Juga
3. Bongkar Kasus Anak Bunuh Ayah dan Nenek
Saat bertugas, Gogo berhasil mengungkap kasus menonjol seperti anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia terjun lansung dalam melakukan olah TKP di Perumahan Taman Bona Indah, Blok B6, RT 8 RW 6, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Sabtu, 30 November 2024.Usai memggelar olah TKP, Gogo berhasil mengangkut sejumlah barang bukti dan menyampaikan bahwa anak yang membunuh ayah dan nenek itu mendapat bisikan saat tertidur.
"Ya, interogasi awalnya dia merasa dia tidak bisa tidur, terus ada hal-hal yang membisiki dia lah, meresahkan dia seperti itu," ujar Gogo.
4. Promosi Jabatan
Gogo belum lama diangkat menjadi Kasubdit 2 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Keputusan mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram (TR) Nomor ST/1/I/KEP/2025 yang ditandatangani Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Muh. Dwita Kumu Wardana pada 2 Januari 2025.5. Diduga Memeras Anak Bos Prodia
Perjalanan karier kepolisian Gogo Galesung tersandung kasus dugaan pemerasan terhadap anak bos Prodia senilai Rp20 miliar. Gogo pun dimutasi dan ditahan di Pengamanan Internal (Paminal) Polda Metro Jaya pada awal pekan ini.Tak sendiri, Gogo ditahan dengan oknum polisi terduga pemerasan lainnya seperti AKBP Bintoro, Ahmad Zakaria dan ND.
"Terhadap yang bersangkutan dan tiga orang lainnya telah dimutasi dari jabatannya dan telah dilakukan penempatan khusus atau patsus di Bidpropam Polda Metro Jaya," kata Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Pol Radjo Alriadi, Rabu (29/1/2025).
Kini Polda Metro Jaya pun tengah berkoordinasi dengan Paminal terkait sidang etik yang akan digelar. Ade meyakini, dugaan pemerasan itu akan terungkap dalam sidang etik.
"Selanjutnya Bidpropam Polda Metro Jaya akan menyelesaikan penyelidikan, dari Bidpropam Polda Metro Jaya bersama nanti dengan Paminal dan segera menyelenggarakan sidang kode etik terhadap yang bersangkutan," jelas dia.
Polisi, kata dia, juga tengah melakukan klarifikasi terhadap korban terkait kasus ini. Dari keterangan itu, polisi menduga ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
"Kita bersama-sama melaksanakan penyelidikan sampai dengan hari ini," tuturnya.
Sementara itu, Bintoro membantah dugaan pemerasan ini. Menurutnya, pihak dari tersangka tidak terima atas proses kasus pembunuhan itu dan memviralkan berita bohong tentang dirinya melakukan pemerasan.
"Faktanya semua ini fitnah. Dari kemarin saya telah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya kurang lebih delapan jam dan handphone saya telah disita dan diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Bintoro.
Bintoro menjelaskan, kasus ini berawal dari dilaporkannya seseorang berinisial AN yang diduga telah melakukan kejahatan seksual dan tindak pidana pelindungan anak yang menyebabkan korban meninggal di salah satu hotel di Jakarta Selatan. "Pada saat olah TKP, ditemukan obat-obatan terlarang (Inex) dan senjata api," kata Bintoro.
Ketika itu, Bintoro sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan dan penyidikan.
(abd)