alexametrics

Tawuran di Bogor Tewaskan Seorang dan Putuskan Tangan Pelajar

loading...
Tawuran di Bogor Tewaskan Seorang dan Putuskan Tangan Pelajar
Polisi merilis sejumlah barang bukti tawuran berupa senjata tajam. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Tawuran pelajar di Kota Bogor kurang dari sepekan menewaskan satu orang dan melukai empat orang di dua tempat terpisah. Peristiwa terakhir, DA (17), pelajar salah satu SMA di Kota Bogor tewas dan JA (18), rekannya terluka saat terlibat tawuran di Jalan RE Martadinata, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu 25 Januari 2020 dini hari.

Sementara, sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi di kolong jembatan Tol Jagorawi tepatnya Jalan Tumenggung Wiradireja, Kelurahan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa 21 Januari 2020 malam. Akibatnya, tiga pelajar SMK terluka masing-masing berinisial ENH (18), luka bagian tangan sebelah kiri, MRH (16), luka di pinggang sebelah kanan dan WA (17), luka di pinggang belikat dan tangan sebelah kanan putus.

Perwira Urusan (Paur) Subbag Humas Polres Bogor Kota Ipda Desty Irianti menyebutkan, untuk korban meninggal itu terjadi saat korban bersama empat rekannya yang menggunakan dua motor melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu 25 Januari 2020.



"Awalnya korban boncengan sebanyak empat orang dengan mengendarai dua motor melintas di lokasi.
Sesampainya di samping Wisma Mirah, korban diserang gerombolan orang tidak dikenal yang sedang nongkrong menunggunakan senjata tajam hingga mengalami luka bacok di bagian punggung," katanya kepada wartawan di Bogor, Minggu (26/1/2020).

Dia menyebutkan berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya ada sekitar 20 orang anak muda bergerombol dan tidak lama kemudian berlarian sambil teriak-teriak ke jalan menyerang korban dan temannya memakai cerulit.

"Selain mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dalam kejadian tersebut juga melukai JA di bagian lengan kirinya. Keduanya langsung dilarikan ke RS PMI Kota Bogor. Pengakuan sementara para saksi mereka diserang pada saat ngopi. Tidak menutup kemungkinan bahwa mereka sebelumnya sudah merencanakan terlebih dahulu untuk aksi tawuran," tuturnya.

Sedangkan untuk peristiwa di Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, menurutnya, tak ada yang meninggal hanya melukai tiga pelajar orang. "Saya belum tahu kronologisnya bagaimana, hingga saat ini penyidik Polsek Bogor Utara masih melakukan menyelidikan," ujarnya.

Setelah kejadian tawuran, lanjut Desty, ketiga pelajar yang mengalami luka tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit PMI karena menderita luka cukup serius. Salah satu pelajar tangannya putus kena sabetan senjata tajam.

Humas RS PMI Kota Bogor, Firman menyatakan, ketiga pelajar yang mengalami luka sempat dirawat intensif di RS PMI. Namun dari tiga pasien, kini tinggal satu orang yang masih dirawat di PMI. Satu korban lainnya dirujuk ke RS Cipto Mangun Kusumo Jakarta.

"Awalnya ada tiga, yang satu maksa minta pulang. Sedangkan yang tangannya putus dirujuk ke RSCM. Jadi sekarang yang masih dirawat di sini sisa satu," kata Firman.

Sementara itu, Lurah Cimahpar Nun Zirwan mengungkapkan, satu dari tiga pelajar yang mengalami putus tangannya merupakan warganya.

"Iya itu warga saya. Setelah menerima informasi ada tawuran saya langsung ke lokasi tapi sudah sepi. Seluruh korban juga sudah dievakuasi ke PMI," ujarnya.

Saat diminta penjelasan mengenai pemicu dan kronologi kejadian tawuran yang melibatkan pelajar SMK Bina Warga dan SMK Karya Nugraha, Nun mengaku belum mengetahui secara pasti. "Belum. Ributnya sih di bawah kolong jalan Tol Jagorawi," katanya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak