alexametrics

Alasan WNA China lakukan Penipuan di Indonesia

loading...
Alasan WNA China lakukan Penipuan di Indonesia
Puluhan WNA China diringkus polisi karena melakukan aski penipuan, Senin (25/11/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, alasan WNA China melakukan aksi penipuannya di Indonesia dengan sambungan telepon. Menurut dia, para pelaku itu untuk menghindari kejaran kepolisian China di negera asalnya itu.

"Sebenarnya ini (kasus) tak di Indonesia saja, ada juga yang di Malaysia, Kaboja, dan beberapa negara lainnya. Jadi mereka ini menghindari proses penegakan hukum yang dilakukan di negara China," ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, setiap pelaku kejahatan, sudah menjadi hal wajar untuk lari ke tempat lain agar tak ditangkap polisi manakala aksi kejahatannya itu mulai tercium. Dengan begitu, kepolisian setempat pun tak bisa melakukan pencarian dan kesulitan memproses hukum pelaku.



"Makanya, kita memberikan bantuan pada kepolisian China untuk melakukan penangkapan meski proses penyelidikannya cukup berat karena harus menggunakan teknologi IT dan kita sudah memiliki teknologi itu," tuturnya.

Adapun para pelaku ini, kata dia, berpura-pura menjadi jaksa atau polisi lalu menghubungi korbannya yang ada di China. Para pelaku itu, memiliki jaringan di China, yang mana sebagai penarik uang hasil penipuan dan pencari data korbannya.

"Pelaku sudah punya data korbannya, targetnya yang sedang berurusan dengan kepolisian, dengan perpajakan, dan semacamnya. Jadi jaringan di China itu mensupport data orang-orang yang jadi target ini," teranganya.

Para pelaku yang ada di Indonesia, paparnya, lantas menghubungi korban dengan sambungan telepon untuk mempengaruhi dan meyakinkan korban kalau mereka bakal membantu permasalahan yang dihadapi korbannya itu. Namun, korban diminta mentransfer uang dahulu ke sebuah rekening yang diberitahukan pelaku.

"Jadi, setiap kelompok itu sudah ada yang mengkoordinir, di China siapa dan di Indonesia siapa itu sudah ada. Jadi yang di China pun sudah di proses hukum (dilakukan pengungkapan kasusnya)," katanya.

Adapun polisi tengah berkoordinasi dengan kepolisian China dan pihak Imigrasi tentang kepulangan mereka ke negara asalnya itu. Sebab, para pelaku itu kemungkinan besar bakal di proses hukum di China mengingat para korbannya semuanya masyarakat yang ada di China.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak