alexametrics

Ada Video Vulgar di Bus, PT Transjakarta Minta Maaf

loading...
Ada Video Vulgar di Bus, PT Transjakarta Minta Maaf
PT Transjakarta meminta maaf terkait tayangnya video iklan berbusana vulgar di dalam salah satu bus.Foto/SINDOphoto/Ilustrasi.dok
A+ A-
JAKARTA - Sebuah video viral di media sosial berisi suasana di dalam bus Transjakarta Koridor 1. Di dalam bus tersebut, terdapat video klip yang menampilkan iklan video berbusana vulgar.

Adapun video itu diduga diunggah salah satu penumpang Transjakarta pada saat kejadian, pada 9 November 2019 lalu. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, video itu merupakan video klip musik dengan artis luar negeri berbusana dengan belahan rendah.

"Transjakarta meminta maaf atas keteledoran yang dilakukan oknum operator PPD. Kami telah menegur pihak operator dan memberhentikan sementara seluruh operasional bus PPD dengan merek serupa," kata Nadia melalui pesan tertulisnya, Rabu (13/11/2019).



Menurutnya, kesalahan itu terjadi bukan dalam bentuk penayangan iklan oleh Transjakarta, tapi keteledoran dari oknum pramudi bus operator memutar video tersebut di dalam bus. Tindakan langsung di lapangan juga sudah dilakukan dengan pencabutan kabel monitor display tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa menerangkan, video yang terputar itu merupakan konten bawaan dari pabrik yang merupakan bagian dari fitur bus, operator tidak melihat keseluruhan konten di dalam video tersebut."Perum PPD telah mengambil langkah-langkah dengan menghapus seluruh konten yang terpasang pada videotron di setiap bus," ujarrnya.

Pande menuturkan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan apakah ada atau tidak unsur kesengajaan dalam penayangan video pada videotron dan kemungkinan adanya pelanggaran di luar SOP yang telah ditetapkan perusahaan. Ke depan, Perum PPD pun bakal melakukan pengawasan lebih ketat tentang fungsi yang ada di setiap bus milik Perum PPD.

"Perum PPD telah mengimbau ke seluruh pramudi armada bus gandeng milik Perum PPD untuk tidak mengaktifkan videotron tersebut sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak