alexametrics

Usai Lakukan Kekerasan Seksual, Pria 35 Tahun Bunuh Bocah Laki-laki

loading...
Usai Lakukan Kekerasan Seksual, Pria 35 Tahun Bunuh Bocah Laki-laki
J tersangka pembunuhan disertai kekerasan seksual terhadap M diperlihatkan petugas Polres Bogor.Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Polres Bogor menangkap J (35) pelaku pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap bocah laki-laki berinisial M (11). J diringkus di Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading menjelaskan, kasus ini terungkap setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait ditemukannya bocah di bawah umur meninggal tidak wajar tapi sudah dikuburkan di Kampung/Desa Cijayanti, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, pada 5 Agustus lalu.

"Adapun kronologisnya, korban itu pamit kepada orang tuanya pada 3 Agustus untuk melaksanakan istigasah akan tetapi tidak kembali. Kemudian pada 4 Agutus ditemukan oleh Pipin (saksi) yang akan mengambil air bersama anaknya, korban sudah tidak bernyawa terlentang di samping rumah Deden," jelas Dicky saat menggelar konferensi pers di Mapolres Bogor, Senin (09/09/2019) pagi.



Dicky menuturkan, warga yang menemukan pada saat itu sempat melihat kejanggalan di tubuh korban di antaranya, terdapat banyak luka bekas gigitan, tepatnya di tangan dan leher ada bekas jeratan. Akan tetapi karena permintaan keluarga, korban tetap langsung dikuburkan.

Dia melanjutkan, anggota kepolisian sudah melakukan upaya agar keluarga korban membuat laporan atas kejanggalan dan melakukan autopsi, tapi tetap ditolak."Karena sudah dikuburkan kita terpaksa membongkar lagi untuk melakukan autopsi dan visum terhadap korban," tuturnya.

Dicky mengatakan, setelah melakukan visum petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku di Kabupaten Garut.

Sementara itu, Kapolsek Babakanmadang, AKP Silfia Tanjung menambahkan, dari hasil penyidikan sementara motif daripada pelaku adalah kekerasan seksual di mana pelaku ini memiliki orientasi seksual menyimpang."Pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap korban sebanyak tiga kali," ujarnya.

Menurut Silfia, pelaku melakukan pembunuhan lantaran korban ingin mengadukan perbuatan tersebut. Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan Pasal 30 ayat 3 Undang-Undang No 35/2014 Perubahan atas Undang-undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak