alexametrics

Kisah Angga, Bocah Pemulung Depok yang Viral di Media Sosial

loading...
Kisah Angga, Bocah Pemulung Depok yang Viral di Media Sosial
Angga bersama kedua orang tua dan adiknya sudah kembali bersatu. Foto: KORAN SINDO/R Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Seorang anak laki-laki di Kota Depok bernama Angga (10) pergi dari rumah selama berbulan-bulan. Selama tiga bulan pergi dari rumah, Angga menggelandang di jalanan.

Untuk kebutuhan hidup, anak sulung dari dua bersaudara ini terpaksa memulung. Sehari dia bisa mendapat uang Rp20.000 yang dipakai untuk makan. Sedangkan pada malam hari dia tidur di emperan toko atau masjid. Angga pergi dari rumah karena dia mengaku kesal dengan orang tuanya. Pasalnya, Angga sering disuruh ibunya untuk membantu memulung rongsokan untuk kebutuhan hidup.

Keluarga Angga terhitung sebagai keluarga tidak mampu. Samsudin (53), ayah tirinya hanya berjualan somay keliling dengan keterbatasan fisik. Sedangkan Dewi (42) ibunya berjualan lauk keliling dan memulung rongsokan.



Angga memiliki satu adik laki-laki berusia empat tahun. Di kontrakan semi permanen, keluarga kecil ini hidup sehari-hari. Mereka menyewa rumah dua petak berdinding kayu di Jalan Nusantara Rata No 318, RT 2 RW 5, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Dewi terpaksa memulung karena penghasilan suaminya sebagai tukang somay dirasa kurang. Setiap bulan biaya sewa kontrakan harus dibayar Rp350.000 ditambah dengan biaya listrik Rp150.000. Dewi mengaku memang meminta Angga untuk ikut memulung.

Karena sering disuruh mulung, Angga pun mengaku kesal, karena dia ingin bermain dengan teman-temannya. "Saya mau main bola tapi disuruh mulung. Pergi karena takut diomelin, enggak mau mulung," katanya saat ditemui, Senin (19/8/2019).

Selama pergi, Angga mengaku memulung sampai luar Depok. Dia berjalan sampai Parung hingga Tangerang. "Ya mulung jalan kaki kemana aja. Sampai Parung sama Tangerang," ucapnya.

Kisah mengenai Angga ini memang lagi ramai karena unggahan salah satu akun di sosial media. Dalam unggahan tersebut Angga disebut meninggal dunia. Berita duka itu sampai kepada kedua orang tua Angga. Mendengar berita tersebut, Dewi pun sampai jatuh pingsan.

"Ya saya kaget anak saya dibilang meninggal. Padahal saya tiap hari nyariin kemana-mana. Bapaknya juga sampai pulang tengah malam sambil jualan somay," kata Dewi.

Sebagai orang tua, Dewi dan suaminya sudah berkeliling Depok sampai bertanya pada banyak orang. Dewi bahkan sampai rela tidur di jalanan bersama anak keduanya.

"Saya sampai tidur di jalanan buat nyari Angga. Saya kepikiran kemana dia. Bapaknya juga jadi pulang tengah malam karena sambil jualan sambil nyari Angga. Pernah sampai bapaknya jatuh karena kan kakinya kecil sebelah dan dia nggak seimbang jalannya jadi jatuh pas nyari Angga," ucapnya.

Kini Angga sudah kembali pada keluarga. Dewi dan suami pun merasa bahagia. Mereka berharap agar Angga tidak lagi pergi dari rumah. "Jangan pergi lagi ya Angga. Maafin bapak kurang bisa jaga Angga," kata Samsudin sambil menangis.

Angga pun bersedia akan bersekolah kembali. Saat ini dia sedang mengurus segala keperluan untuk kembali sekolah. "Tetangga saya yang urusin. Katanya bisa sekolah lagi asal Angga tidak pergi lagi," pungkas Dewi.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak