alexametrics

Alami Peningkatan, PT MRT Targetkan Penumpang Capai 100 Ribu Perhari

loading...
Alami Peningkatan, PT MRT Targetkan Penumpang Capai 100 Ribu Perhari
Foto: Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Selama empat bulan beroperasi, terjadi peningkatan jumlah penumpang rata-rata mencapai 81.388 orang perhari. Melihat kecenderungan ini, PT MRT optimis bisa memenuhi target 100 ribu penumpang perhari pada tahun 2019 ini.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, selama bulan April-Juli 2019 ini, jumlah penumpang MRT Jakarta mencapai 81.388 orang. Selama empat bulan itu, jumlah penumpang mengalami peningkatan tiap bulannya.

"Rata-rata jumlah penumpang bulan April 2019 mencapai 79.644, bulan Mei 2019 mencapai 72.655, bulan Juni 2019 81.816, dan bulan Juli 2019 mencapai 94.824. Adapun rata-rata penumpang perhari selama 4 bulan mencapai 81.388," ujarnya pada wartawan, Kamis (25/7/2019).



Menurutnya, jumlah penumpang di bulan April cukup tinggi karena ada potongan harga tarif MRT sebesar 50 persen. Di bulan Mei penumpang naik-turun karena adanya kejadian 22 Mei dibarengi menjelang libur lebaran.

Lalu, di bulan Juni penumpang mengalami kenaikan karena libur lebaran baru saja berakhir, sedang di bulan Juli penumpang naik mengingat libur sekolah mulai berakhir.
"Kita harap ini terus ditingkatkan karena target kita tahun ini berupaya mencapai 100 ribu penumpang. Apalagi melihat kenaikan di bulan Juni ke Juli 2019 naik hingga 15,9 persen," tuturnya.

Dia menerangkan, secara on time performers kegiatan layanan MRT Jakarta di bulan Juli 2019 ini periode perjalanan MRT sangat baik. Ketepatan waktu kedatangan antar stasiun 100 persen dan tak ada keterlambatan sama sekali.

Lalu ketepatan waktu tempuh kereta 100 persen, dan pencapaian waktu berhenti di stasiun pun 100 persen. "Maka itu, secara performa dikatakan 100 persen di bulan ini," imbuhnya.

Dia memaparkan, guna meningkatkan jumlah penumpang MRT Jakarta agar bisa tercapai 100 ribu penumpang, pihaknya menjalankan berbagai program dengan pihak terkait, misalnya di dengan pihak Plaza Blok M mengingat Stasiun Blok M telah terintegrasi dengan pusat perbelanjaan itu.

"Program edukasi dan program pengenalan MRT Jakarta bersama anak sekolah misalnya," terangnya.

MRT Jakarta juga bakal melakukan pengembangan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun-stasiun MRT dan saat ini yang tengah dikembangkan di Lebak Bulus. Nantinya, Stasiun MRT Lebak Bulus bakal terintegrasi dengan pusat perbelanjaan di area Stasiun Lebak Bulus.

Disamping itu, pihaknya pun bakal terus mendorong terintegrasinya MRT Jakarta dengan Transjakarta, contohnya saja pembukaan jalur baru Transjakarta Lebak Bulus-UI. Dengan begitu, masyarakat yang hendak ke Depok bisa menggunakan moda transportasi lain selain KRL.

Begitu juga dengan area parkir, bakal dibangun secara permanent nantinya dan dibuat agar tak mengganggu pejalan kaki. "Dalam satu tahun ke depan kita akan fokus pada upaya peningkatan aksesbilitas 13 Stasiun MRT bagi pejalan kaki dan sepeda," paparnya.

Dia menambahkan, di jalan utama, trotoar untuk penjalan kaki sudah cukup nyaman, hanya saja akses untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda masih menyulitkan di luar jalan utama dan jalan lingkungan. Sehingga, pihaknya bersama Pemprov DKI pun bakal melakukan melakukan perbaikan infrastruktur di luar jalan utama.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak