alexametrics

Operasi Fungsional Tol Cijago Seksi 2 Berhasil Cegah Kemacetan Selama Lebaran

loading...
Operasi Fungsional Tol Cijago Seksi 2 Berhasil Cegah Kemacetan Selama Lebaran
Dari evaluasi lapangan, kemacetan di Jalan Juanda dan Margonda dapat teratasi dengan operasional fungsional sementara Tol Cijago Seksi 2. Foto: SINDOnews/Dok
A+ A-
DEPOK - PT Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ) melakukan operasional fungsional di ruas Tol Cinere-Jagorawi Seksi 2. Operasi fungsional ini diberlakukan selama delapan hari sejak 2-10 Juni.

Seksi 2 ini melintas sepanjang Jalan Raya Bogor hingga Kukusan. Operasi fungsional ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kemacetan selama Lebaran di wilayah Depok.

Selama operasi fungsional ini, pihak TLKJ tidak memungut tarif bagi pengendara yang masuk jalur bebas hambatan ini. Operasi fungsional ini dimulai Senin (2/6) pukul 14.00 WIB. Selanjutnya pada Senin (10/6) pukul 14.00 WIB akan ditutup kembali.



Direktur Operasi PT TLKJ, Teddy Rosadi mengatakan, pengoperasian fungsional ini hanya dilakukan sementara. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan di Jalan Juanda dan Jalan Margonda.

“Pengoperasian tol ini kami lakukan untuk membantu mobilitas dan masyarakat Depok khususnya di Jalan Margonda selama libur lebaran,” katanya, Minggu (9/6/2019).

Menurutnya, permintaan operasional fungsional tersebut atas dasar permintaan masyarakat yang telah diteruskannya ke pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Fasilitas persyaratan dan ketentuan Tol Cijago Seksi 2 ini sudah seluruhnya terpenuhi. “Ini pembangunannya sudah selesai, sudah dapat difungsikan. Kemarin juga bersama tim kami telah memasang marka, rambu, reflektor, dan lampu penerangan,” tukasnya.

Dari evaluasi lapangan, pihaknya melihat kemacetan di Jalan Juanda dan Margonda dapat teratasi dengan operasional fungsional sementara Tol Cijago Seksi 2 tersebut. Jika dibandingkan tahun lalu, kata dia, kepadatan di Jalan Juanda dan Margonda pada saat Lebaran tak terelakkan.

“Saat ini dari pantauan tim di lapangan relatif lancar dan tidak ada gangguan (kepadatan),” ungkapnya.

Sebelumya, pengguna jalan hanya bisa keluar atau masuk dari pintu Cimanggis di Jalan Raya Bogor. Hal ini pun berdampak pada kepadatan kendaraan di ruas jalan tersebut. Namun tahun ini pengguna jalan bisa masuk atau keluar di pintu Margonda ataupun Kukusan.

“Hal ini tentu berdampak pada jumlah kendaraan di Jalan Raya Bogor, Margonda dan Juanda. Tahun ini reltif lancar. Artinya ini efektif mengurai kepadatan,” paparnya.

Setelah arus mudik usai, pihaknya akan menutup kembali Cijago Seksi 2. Untuk kemudian dilakukan penyempurnaan atas rekomendasi yang diberikan tim pra layak operasi dari PUPR.

“Ada tambahan minor yang segera kami lakukan. Missal penambahan PJU. Harapan kami setelah ini dapat segera beroperasi,” tandasnya.

Sementara untuk Seksi 3, kata Teddy, baru pada tahap pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan ini baru berjalan 20 persen. “Kalau sudah selesai baru kami lakukan pengerjaan fisik. Kalau pembebasan cepat maka pengerjaan fisik pun cepat,” ungkapnya.

Pembangunan Tol Cijago sepanjang 14,64 KM terbagi menjadi tiga seksi. Tol Cijago Seksi 1 dimulai dari interchange Jagorawi hingga Jalan Raya Bogor. Seksi 2 dimulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan, dan Seksi 3 Kukusan ke Cinere.

Apabila Seksi 1 dan 2 sudah tersambung dan sudah operasional, akan mempersingkat jarak dan waktu kendaraan dari Jagorawi menuju Kota Jakarta dan Depok.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak