alexametrics

Asyik Minum Kopi, Driver Ojol Tewas Penuh Luka Bacok

loading...
Asyik Minum Kopi, Driver Ojol Tewas Penuh Luka Bacok
Tenaga medis tengah menjahit luka di tubuh pengemudi ojek online yang menajdi korban pembacokan di Tangerang Selatan. Foto/Hambali/Okezone
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Seorang pengemudi ojek online (Ojol) bernama Steven Saulus Kevin (22), tewas mengenaskan usai dibacok secara membabi-buta oleh puluhan orang tak dikenal di Sekolah Erenos, Jalan Palapa, RT03/18, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian berlangsung pada Jumat 19 April 2019, sekitar pukul 02.00 WIB. Ketika itu, korban dan seorang temannya bernama Pandu Febriansyah (20) sedang asyik nongkrong sambil meminum kopi.

Namun tak beberapa lama, sekelompok orang yang berboncengan mengendarai tujuh unit sepeda motor muncul di lokasi. Pelaku yang berjumlah puluhan orang itu lantas menghampiri Steven, hingga terjadi perdebatan dan cekcok mulut.



"Tanpa diduga, para pelaku langsung membacok korban secara berulang-ulang kearah bagian kepala, punggung, bawah ketiak kanan dan tangan kanan," ungkap Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho Hadi di Tangsel, Minggu (21/4/2019).

Usai menghabisi nyawa driver ojol malang itu, para pelaku lantas melarikan diri. Sementara teman korban yang sebelumnya memilih kabur ketakutan, kembali mendatangi lokasi dan berteriak minta tolong kepada warta sekitar.

"Korban lantas sempat dilarikan ke RSUD Kota Tangsel. Namun sampai di sana dinyatakan meninggal dunia," ucap Alex.

Dijelaskan Alex, kondisi tubuh korban nampak dipenuhi puluhan luka terbuka akibat tebasan senjata tajam. Hingga saat ini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memburu para pelakunya.

"Kita periksa saksi dan CCTV di sekitar lokasi. Kini team Vipers sedang mencari para pelakunya," tukas Alex.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak