alexametrics

Kondisi Pohon yang Tewaskan Pengunjung Sehat Walafiat, TMR: Ini Musibah

loading...
Kondisi Pohon yang Tewaskan Pengunjung Sehat Walafiat, TMR: Ini Musibah
Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyebut pemeliharaan pohon selama ini dilakukan rutin. Foto: Ilustrasi/Dok TMR
A+ A-
JAKARTA - Pihak Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memastikan pohon jenis Kaya yang menewaskan seorang pengunjung setelah tertimpa dahan, dalam kondisi sehat walafiat alias kuat. Kejadian inipun baru yang pertama kali setelah 2017 lalu.

"Untuk pohon Kaya, itu sebetulnya laik, sehat, dan subur. Itukan yang patah bukan dari batang utamanya," ujar Kepala TMR, Widodo, saat dikonfirmasi, Kamis (4/4/2019).

Widodo menyebutkan, TMR sejatinya memiliki tim khusus yang mengawasi, merawat, dan memangkas batang dan dahan pohon yang tidak laik serta tua. Saat ini tanaman dan pepohonan di TMR berjumlah sekitar 80 ribu, dan ia memastikan kesemuanya diawasi setiap harinya.



"Sebenarnya tiap hari tim kami berkeliling melakukan pemeriksaan. Tiap minggu kami pangkas dan tebang juga yang sudah lapuk," tuturnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya bakal lebih hati-hati dan teliti lagi dalam melakukan pemeriksaan pohon dan dahan. (Baca juga: Tertimpa Pohon, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Meninggal)

Sementara itu, Humas TMR, Ketut, membeberkan, selama ini pemeriksaan pohon dan dahan selalu dilakukan sesuai SOP dan terjadwal. Peristiwa pengunjung tertimpa dahan pohon itu merupakan musibah yang tak terduga. Kejadian ini baru pertama kali setelah 2017 lalu.

Menurut dia, pohon Kaya yang dahannya tumbang itu memiliki tinggi 30 meter. Sehingga saat dahan sebesar lengan orang dewasa saja patah, maka posisi jatuhnya bisa sangat kencang.

Maka itu, saat dahan pohon jatuh menimpa pengunjung, korban mengalami luka serius hingga ada yang meninggal dunia. (Baca juga: Pengunjung TMR Tewas Tertimpa Dahan, Pengelola: Kami Sudah Urus Semua)

"Untuk antisipasi sebenarnya kami lakukan secara rutin melalui pemeliharaan, penopingan (memotong beberapa bagian pohon yang rimbun) dan semacamnya sesuai jadwal. Ke depan kami akan lebih selektif dan intens lagi dalam penopingan," pungkasnya.
(thm)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak